Saturday, August 18, 2007

Merdeka, atau tidak merdeka?

Sebetulnya seh acara 17an seperti biasa, tidak ada apa-apa. Bukan karena sekarang lagi di Belanda, pas kemarin-kemarin di Indonesia juga tidak ngapa-ngapain, just like another day.

tapi baru ngeh kalo sebetulnya 17 itu hari yg mestinya sangat sakral pas liat multiplynya ka fedi . Buat aku bertanya-tanya, penarikan bendera, kapan ya terakhir liat itu?

Tapi sebetulnya yg paling penting, kapan yah terakhir kali aku memaknai arti 'kemerdekaan' itu sendiri?

Yang menarik, sebelum tanggal 17, itu pasti aja ada banyak artikel, email, renungan, ucapan, ajakan diskusi yang intinya selalu sama 'Apakah kita sudah merdeka?'

Atau banyak konflik, intrik, debat, tentang sesuatu yg berkaitan dengan hari merdeka, seperti yang lagi hangat tentang lagu Indonesia Raya, atau juga kasus tahun lalu (atau tahun lalunya yah?) tentang sikap Belanda yang *pada akhirnya* mengakui tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Indonesia.

Apakah kita sudah merdeka?

Ya jelas sudah lah, toh buktinya udah tidak ada negara lain yang jajah kita. But then, semua kembali lagi ke arti 'merdeka' itu sendiri. Kalo dikaitin ama negara, ya politically right, ya jawabannya udah :P

Tapi toh, dibanding mengisi hari dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, aku lebih suka menanyakan kapan terakhir kali aku memaknai arti kemerdekaan itu sendiri. Kapan terakhir kali aku bilang aku bangga dengan Indonesiaku, terhanyut ketika melihat lembaian bendera dan juga memaknai dan mengamalkan *udah kayak ppkn :P* lagu kebangsaan kita. Atau, yang paling sederhana, memaknai dari tujuan upacara bendera itu sendiri.

Sementara yang terakhir kali aku inget dari upacara bendera adalah ngegosip ama teman-teman sekelas, ketawa-ketawa, kepanasan, bingung kalo lupa pake baju lengkap (aka topi osis, sabuk item) ,cengegesan bareng teman-teman kalo lagi ngeliat cowok kakak or sebelah kelas yg cakep dan juga di setrap pas ketauan ngobrol mulu ama wakil kepsek :D

Oh oh, i miss upacara bendera masa sma :D

Lalu gimana soal memaknai kemerdekaan? Sebetulnya seh semua kembali pada individu masing2 *defensemodeon dan jawabanpalinggampangdibuat mode on*

Tapi buat aku, udah lama aku tidak ngeliat bendera sambil bilang "Bangga sekali sama kamu Indonesiaku". Tapi kembali lagi, kenapa aku harus menuntut negaraku membuat bangga aku? Toch, membanggakan Indonesia bukan tanggung jawab sebagian individu, walo emang ada organisasi namanya pemerintah yg punya kewajiban lebih tinggi buat membanggakan Indonesia :)

*Hey, karena itu kita bayar pajak kan? :p *sok dah pernah bayar pajak di Indo :P*

Selamat menjadi merdeka selama 62 tahun, Indonesiaku.

2 comments:

dika said...

so, so, terkena sindrom blaming the government yak? *kabur :p

bulan said...

hmm, you dont read it carefully, miss :P

i am not blaming them, this only the matter of the level of responsibility and assignment that they should take care of. Every people have the level of priority of responsibily to something.