Monday, May 13, 2019

Masih tentang menulis..

Sudah beberapa tahun aku menyemangati diri sendiri untuk rajin menulis lagi. Tapi masih susah saja dilakukan. Mungkin juga karena kecapekan dengan kerjaan, dengan anak. Mungkin karena tahun lalu masih asi eksklusif, sehingga waktu luang banyak dilakukan untuk pompa atau mengASIhi si abang, atau mungkin ya karena saya banyak alasan saja untuk tidak menulis. 😂

Karena itu saya berniat untuk   lebih banyak menulis, entah untuk tulisan cemen di IG story ataupun menulis di atas kertas dan di notebook iphone. Sudah hampir lebih 17 tahun saya aktif menulis, dimana waktu saya di Belanda adalah masa produktif saya, tetapi sayangnya dengan tutupnya Ranesi , banyak tulisan saya selama magang yang hilang. Beberapa yang masih ada karena mungkin di re post oleh orang lain, tapi sebagian besar sudah hilang 😢 sedih sih.. Dan sebenarnya, blog receh ini adalah salah satu platform yang stabil. Ada sejak saya SMA hingga sekarang. Hopefully terus ada.. karena jujur aja, menyimpan di komputer tetap ada kemungkinn file itu menghilang 😂.

Sepertinya selain saya menyelamatkan memory yang ada, saya juga harus membuat memory memory baru, karena menulis itu seperti terapi buat saya. Melatih otak, menyalurkan perasaan. Dan perasaan memproduksi sesuatu itu adalah perasaan yang menyenangkan. Jadi, kenapa saya tidak memelihara perasaan menyenangkan ini.  ☺️

Bisous,
Bulan

Friday, May 10, 2019

Welcome Ramadhan


Alhamdulillah,

Setelah skip hampir 2 tahun di bulan Ramadhan karena hamil dan menyusui. Tahun ini masih diberi kesempatan untuk merasakan bulan Ramadhan, walau baru saja kehilangan Bapak mertua, di 2 minggu sebelum bulan puasa.

InsyAllah, lebih baik beribadahnya di Ramadhan kali ini. Amin..

Thursday, March 21, 2019

Bernafas.

Jangan lupa untuk bernafas. Breathe. and be happy.
Apa sih yang dikejar?

Pesan saya, ke diri sendiri.

Wednesday, January 09, 2019

Bagaimana 2018 mengubah saya.


Aku kira 2017 adalah tahun perubahan. Memang sih berubah, tapi ternyata  perubahan di sisi 'senang'nya. Sedangkan 2018 adalah perubahan di sisi 'menantangnya' . Tahun ini saya sungguh diuji, tahun ini ya memang se'menantang' itu, serunya, semuanya adalah ujian yang baru buat saya.
Iya saya bilang seru, biar gak sedih-sedih amat yess...

Dimulai dari abang, saya pernah bilang yah hamil saya itu -alhamdullilah- hamil yang mudah, tapi mengurus anak sih memang cerita lain yah terutama untuk ibu-ibu baru millenial kebanyakan informasi seperti saya. Ada dong keinginannya, ngejar milestone. Milestone meleset sedikit (dari ibu2 yg lain) saya sudah kebingungan. Kok abang belum ini yah, belum itu yah. Inget di pertengan 2018 ketika Abang belum merangkak, saya memasukan dia ke Baby Class. Disitu miss nya mengajarkan saya untuk belajar stimulasi merangkak. Ada sebulanan deh, si abang gak ikut kalo teman-temannya sudah mulai main merangkak-merangkak. Sampai akhirnya, saya ingat, saat itu Abang abis sakit dan dia tiba-tiba merangkak aja gitu. Wow.

Yang saya belajar banget dari tahun 2018, sebenarnya Abang belajar dan inget kok apa yang kita ajarkan ke dia, cuman dia seperti memilih untuk kapan itu dikerjakan, dan seringnya itu adalah saat-saat mama papa sudah pasrah ngajarin dia itu. Merangkak itu adalah gong nya buat saya untuk lebih gak membanding-bandingkan dengan milestone bayi lain.

Ngejar milestone adalah salah satu dari 'tantangan' tentang abang di tahun 2018, tentu saja ada mengenai balancing kerjaan dengan waktu untuk abang, atau masalah 'domestik' di rumah. Banyaak deh, sesuatu baru yang saya gak mengira saya bisa tahan dengan segala dramanya. Tapi saya bisa. Saya dan suami bisa. Saya dan suami bisa jadi satu tim mengenai ini.

Tapi dibalik itu semua saya juga menemukan. Menemukan teman-teman yang baik yang membantu di saat susah dan menemukan sudut pandang yang baru.

Di akhir 2018, kami bertiga merayakan tahun baru di Bandung. Di hotel yang saya inapi, Grand Tjokro hotel, saya menatap matahari yang terbenam dengan damai. Damai karena beberapa drama saya sudah berlalu dan saya bisa duduk beristirahat dalam udara Bandung yang sejuk. Anak saya sedang tidak rewel dan perjalanan ke Bandung lancar. Dan saya bersyukur.  Bersyukur atas tahun ini dan pelajaran yang saya dapat. Dan tentunya, saya bersyukur saya mempunyai 2 orang terpenting di dalam hidup saya saat ini, suami dan anak.

Bienvennue 2019. Lebih lembut menghadapi kami ya :).

Bisous,
Bulan





Monday, August 13, 2018

10 bulan.

Abang will turn 10 months in a day! and Mama finally write something on her blog.

Kalau dibilang apakah hidup berubah, ya berubah. Coba kita list yah perubahan dalam hidup kami :

1. Mama lebih senang browsing cari sesuatu untuk si abang, entah baju baru ataupun peralatan untuk si abang.
2. Mama senang googling untuk cari sesuatu ttg tumbuh kembang bayi. misal : abang demam - google, abang belum tumbuh gigi - google, abang beratnya ga naik2- google. Dannn... too much doctor google not good for you yah
3. Kita baru aja ajak abang ke Bali - first flight traveling for him. Berarti jadwal berubah yahh... gak ngoyo jalan2 cari sesuatu yang baru, jadwal liburan pun lebih ke : bangun pagi - berenang - bobo pagi - makan siang - bobo siang - ke pantai - makan malam - bobo malam. Hahaha.. but somehow it's okay.
4. Mama belum ke salon sampai hari  ini *curhat
5. Aktif di group ibu2 yang bayinya lahir di oktober. wkwkwk, berguna untuk bertukar informasi mengenai tumbuh kembang bayi sih. Malah ketika abang lagi nursing strike, sampai ada yg ngasih tips dan bacaan doa. Huhuhuh aku terharuu....

Dan kemarin kita ke apartemen lama kita, si rumah kutu. Padahal baru 10 bulan ya... tapi kayaknya kehidupan berdua di apartemen itu sudah lama berlalu. Dan si abang benar-benar membawa perubahan dan kebahagiaan. Alhamdullilah ya Allah... terimakasih sangat atas anak kecil yang kau titipkan ke kami.