Tuesday, July 23, 2019

Jalan-jalan ke Eropa dengan anak dibawah 2 tahun

translate kalao di bahasa Inggris : Travelling to Europe with toddler 

Halooo...

Di post sebelumnya, kan bilang kalau Bulan mau nulis lebih banyak, tapi kan pada intinya kebanyakan lebih enak ngomongnya, dibandingin nulisnya yaa... hahahaha...
Nah, tapi kali ini aku mau share nih.. Share tips & trick travelling dengan bayi 19 bulan, dengan catatan si bayi 19 bulan ini masih kita pangku ya... Hehehe, ini terutama untuk orang tua yang ngejar jalan2 sebelum si bayi 2 tahun ( cuman bayar 10% di pesawat, say)

Apa yang perlu dipersiapkan ? 

Nah, apa yang perlu dipersiapkan utk bayi 20 bulan seharusnya lebih simple dibandingkan ketika si bayi masih mpasi, tapi tetap aja kemarin kita pergi dengan 2 koper medium, 2 tas punggung, dan satu tentengan + stroller utk selama di pesawat. Terus pulangnya masih nambah 1 tas kecil lagi yang kita beli di primark. Hahaha...

1. Wajib bawa stroller pockit ( or any brand yg bisa dilipet cabin ) 

Selama perjalanan aku juga bawa gendongan, tapi ternyata gak pernah dipake. Stroller ini yang wajib banget dibawa. Di pesawat pergi ke Amsterdam, stroller aku bawa di cengkareng, lalu masuk ke bagasi sampai di Amsterdam. Nah tapi ternyata cukup ribet, karena ketika di Abu Dhabi kita harus cari stroller bandara. Pulangnya karena jalurnya lebih ribet ( Toulouse-Paris-Abu Dhabi - Jakarta) kita memutuskan untuk dilipet dan dibawa ke cabin aja. Yang ternyata itu adalah keputusan yang tepat, karena pas di Paris CDG kita harus lari2 kejar pesawat, hahaha.. dengan si toddler ada di stroller dia anteng aja buat dibawa lari.

Di Eropa pun, kesejahteraan stroller ini pun terjamin. Di setiap bus pasti ada tempat buat kita parkir stroller. Yang repot cuman di kereta, karena berarti kita harus lipet stroller utk bisa duduk di kereta, but no deals lah.. pas jalan-jalan juga kita kan pakai stroller. Nah ajaibnya, si Abang kan selama di Indonesia gak terlalu suka sama stroller, tetapi selama di Eropa, dia anteng banget buat jalan-jalan di stroller, bahkan kalo jadwal kita keluar, dia akan dengan senang hati duduk di strollernya. Makan, tidur pun di stroller. Mama Papa senang :D

2. Wajib sedia cemilan 

Sebenarnya yah gak beda dengan setiap hari dimana kita selalu bawa camilan. Cuman kan selama jalan-jalan waktu makan kan jadi bergeser ya, tapi si toddler kan tetap harus makan. Nah, selama disana, karena nasi gak gampang ditemuin begitu saja, kita selalu bawa bekal roti selai, dan Alhamdulillah nya anaknya mau banget sama roti selai ini. Ini kuncian banget di aku, karena dengan roti selai, si Abang tidak crancky.

3. Mandi  satu kali sehari saja + bawa lotion 

Salah satu yang berbeda, cuaca selama di Eropa yang super kering membuat tidak memungkinkan untuk mandiin anak 2x sehari. Pernah coba di hari-hari pertama, tapi ternyata buat kulitnya dia super kering walau rajin dikasih lotion. Akhirnya kita mandiin dia sehari sekali aja.

4. Bawa yang ringkas saja, maksimal baju untuk seminggu

Pampers bawa untuk perjalanan di pesawat dan maksimal 2 hari disana, ya 15 pcs aja cukup. Selebihnya bisa beli disana. Baju bawa maksimal seminggu, lalu cuci ( atau beli baru di primark 😉) Bahkan sebenernya Abang gak perlu bawa botol susu, karena dia prefer nyusu dari sumbernya langsung 😂. Mainan juga secukupnya aja, apalagi kalau numpang di rumah temen yang ada anak kecil, haha.


5. Jangan ragu untuk minta jalur khusus baby friendly

Ngomongin bawa bayi tuh sebenarnya banyak keistimewaanya. Cari tahu dan manfaatkan. Mulai dari kita bisa duduk di pesawat paling depan, dimana kaki lebih lega dan biasanya itu harus bayar ekstra. Lalu ada jalur khusus bawa anak kecil ketika kita mau naik pesawat, atau seperi di airport Paris, ada jalur khusus ketika kita mau periksa bagasi yang panjang itu dan saat kita antri di imigrasi. Ini bergunaa banget deh. Apalgi kalau lagi buru-buru kejar pesawat.

Dan terakhir, persiapkan stock sabar dan jiwa mental tenang ketika anak tantrum bosen di pesawat. Kalau ditanya abang nangis gak selama di pesawat? Ya nangis.. Bosen lah, sama aja kayak orang dewasa. Capek juga dan gak bisa tidur terlentang. Udah bawa mainan, udah bawa ipad, udah bawa nenen ( eh 😉 ) tetep aja ada satu titik dia bosan. Saat itu bersabarlah. Sudah itu aja. Oh ya, dan jangan lupa gantian sama bapaknya ya. Jangan sampai dia duduk tenang nonton film sementara kita mangku bayi yang lagi rese. Jangan sampe, buibu!

Kusjes
Bulan

Monday, May 13, 2019

Masih tentang menulis..

Sudah beberapa tahun aku menyemangati diri sendiri untuk rajin menulis lagi. Tapi masih susah saja dilakukan. Mungkin juga karena kecapekan dengan kerjaan, dengan anak. Mungkin karena tahun lalu masih asi eksklusif, sehingga waktu luang banyak dilakukan untuk pompa atau mengASIhi si abang, atau mungkin ya karena saya banyak alasan saja untuk tidak menulis. 😂

Karena itu saya berniat untuk   lebih banyak menulis, entah untuk tulisan cemen di IG story ataupun menulis di atas kertas dan di notebook iphone. Sudah hampir lebih 17 tahun saya aktif menulis, dimana waktu saya di Belanda adalah masa produktif saya, tetapi sayangnya dengan tutupnya Ranesi , banyak tulisan saya selama magang yang hilang. Beberapa yang masih ada karena mungkin di re post oleh orang lain, tapi sebagian besar sudah hilang 😢 sedih sih.. Dan sebenarnya, blog receh ini adalah salah satu platform yang stabil. Ada sejak saya SMA hingga sekarang. Hopefully terus ada.. karena jujur aja, menyimpan di komputer tetap ada kemungkinn file itu menghilang 😂.

Sepertinya selain saya menyelamatkan memory yang ada, saya juga harus membuat memory memory baru, karena menulis itu seperti terapi buat saya. Melatih otak, menyalurkan perasaan. Dan perasaan memproduksi sesuatu itu adalah perasaan yang menyenangkan. Jadi, kenapa saya tidak memelihara perasaan menyenangkan ini.  ☺️

Bisous,
Bulan

Friday, May 10, 2019

Welcome Ramadhan


Alhamdulillah,

Setelah skip hampir 2 tahun di bulan Ramadhan karena hamil dan menyusui. Tahun ini masih diberi kesempatan untuk merasakan bulan Ramadhan, walau baru saja kehilangan Bapak mertua, di 2 minggu sebelum bulan puasa.

InsyAllah, lebih baik beribadahnya di Ramadhan kali ini. Amin..

Thursday, March 21, 2019

Bernafas.

Jangan lupa untuk bernafas. Breathe. and be happy.
Apa sih yang dikejar?

Pesan saya, ke diri sendiri.

Wednesday, January 09, 2019

Bagaimana 2018 mengubah saya.


Aku kira 2017 adalah tahun perubahan. Memang sih berubah, tapi ternyata  perubahan di sisi 'senang'nya. Sedangkan 2018 adalah perubahan di sisi 'menantangnya' . Tahun ini saya sungguh diuji, tahun ini ya memang se'menantang' itu, serunya, semuanya adalah ujian yang baru buat saya.
Iya saya bilang seru, biar gak sedih-sedih amat yess...

Dimulai dari abang, saya pernah bilang yah hamil saya itu -alhamdullilah- hamil yang mudah, tapi mengurus anak sih memang cerita lain yah terutama untuk ibu-ibu baru millenial kebanyakan informasi seperti saya. Ada dong keinginannya, ngejar milestone. Milestone meleset sedikit (dari ibu2 yg lain) saya sudah kebingungan. Kok abang belum ini yah, belum itu yah. Inget di pertengan 2018 ketika Abang belum merangkak, saya memasukan dia ke Baby Class. Disitu miss nya mengajarkan saya untuk belajar stimulasi merangkak. Ada sebulanan deh, si abang gak ikut kalo teman-temannya sudah mulai main merangkak-merangkak. Sampai akhirnya, saya ingat, saat itu Abang abis sakit dan dia tiba-tiba merangkak aja gitu. Wow.

Yang saya belajar banget dari tahun 2018, sebenarnya Abang belajar dan inget kok apa yang kita ajarkan ke dia, cuman dia seperti memilih untuk kapan itu dikerjakan, dan seringnya itu adalah saat-saat mama papa sudah pasrah ngajarin dia itu. Merangkak itu adalah gong nya buat saya untuk lebih gak membanding-bandingkan dengan milestone bayi lain.

Ngejar milestone adalah salah satu dari 'tantangan' tentang abang di tahun 2018, tentu saja ada mengenai balancing kerjaan dengan waktu untuk abang, atau masalah 'domestik' di rumah. Banyaak deh, sesuatu baru yang saya gak mengira saya bisa tahan dengan segala dramanya. Tapi saya bisa. Saya dan suami bisa. Saya dan suami bisa jadi satu tim mengenai ini.

Tapi dibalik itu semua saya juga menemukan. Menemukan teman-teman yang baik yang membantu di saat susah dan menemukan sudut pandang yang baru.

Di akhir 2018, kami bertiga merayakan tahun baru di Bandung. Di hotel yang saya inapi, Grand Tjokro hotel, saya menatap matahari yang terbenam dengan damai. Damai karena beberapa drama saya sudah berlalu dan saya bisa duduk beristirahat dalam udara Bandung yang sejuk. Anak saya sedang tidak rewel dan perjalanan ke Bandung lancar. Dan saya bersyukur.  Bersyukur atas tahun ini dan pelajaran yang saya dapat. Dan tentunya, saya bersyukur saya mempunyai 2 orang terpenting di dalam hidup saya saat ini, suami dan anak.

Bienvennue 2019. Lebih lembut menghadapi kami ya :).

Bisous,
Bulan