Friday, February 10, 2006

Review buku: alon buluek





Alon buluek (gelombang laut yang dahsyat) adalah buku karangan Ayi Jufridar, pemenang ketiga novel remaja grasindo dan kantorku. Sejak tahu kalo itu bercerita tentang tsunami, ak tertarik untuk membacanya. Sayangnya saat itu boss ku cuman membawa 1 sampel buku. Ingin meminjam seh, tapi ketika kutanya dia juga sedang membaca itu dan mengatakan buku2 lain akan segera dikirim ke belanda. Saya tidak sabar menantinya.


Akhirnya kesempatan itu datang. Sebuah paket yang lumayan besar sampai dikantor dan ternyata adalah buku2 pemenang 1, 2, 3 dari kontes novel dulu. Cepat-cepat saya pergi ke seketariat bersama Lea (freelance disini) dan mengambil 3 buku tersebut. Dan dalam satu malam, buku Alon Buluek sudah habis saya baca.

*btw, pembukaanya panjang amet dan ga nyambung

Alon buluek, menceritakan tentang perjalanan Anya yang sudah kehilangan kedua orang tuanya, tetapi mendapat harapan bahwa adeknya Nabila masih hidup.Dan di cerita itu diceritakan perjalanan dia mencari adiknya.

Di awal2 dia menceritakan secara detil tentang tsunami.. begitu membacanya saya langsung membayangkan saat itu dan bener deh, ga kebayang kalo saya ada disana saat itu. Bener2 menyeramkan dan menyedihkan :( Saat membaca buku ini saya benar2 ingin menangis dan teriris. Benar2 berat cobaan mereka saat itu.

Cara penggambaran ayi pada buku ini bagus. Kita benar2 hanyut dalam kata2 dan detil yg dibuat oleh Ayi. Ide cerita yang diambil juga menarik. Tapi sayangnya, saya merasa
kekuatan cerita ini melemah di bagian agak akhir dan terakhir. Saya tidak merasa mencapai klimaks. Klimaks malah terjadi di awal2 cerita ini. Dan terkesan banyak cerita yang seperti ditempel disini dan tidak selesai di akhir cerita. Padahal ide2nya bagus2..
Banyak pertanyaan saya seperti: kenapa Ayi tidak meneruskan mencari orang tuanya (padahal orang tuanya belum tentu mati), kemana si Rio yg diceritakan di awal cerita, lalu apa yg terjadi dengan Mei (apakah kakinya jadi dipotong?) , bagaimana dengan ical (apakah jadi putus sama pacarnya).
dan masih banyak pertanyaan lain, saya jadi merasa tidak tuntas. Mungkin sebaiknya novel ini dibuat lebih panjang lagi dan mentuntaskan seluruh masalah yang ada di novel ini. :) *jadi tidak nanggung :D

but anyways, buku ini layak dibaca, saya tidak tau perkembangan perbukuan indonesia, tapi saya kira sedikit sekali (ato tidak ada?) yg bercerita tentang derita di Aceh.
saya jadi berpikir, kenapa tidak ada yg menerbitkan buku harian ttg anak aceh ya (Jadi kayak Anne Frank gitu :) ) dari jaman Aceh opm sampai tsunami. Pasti menarik :D
*oalahh.. bul bul.. kenapa bencana jadi km komersilin sehh.. :( sorry...
mungkin bisa buku itu di jual ke luar negri dan royalti bisa digunakan untuk dana di aceh...

*its only my two cents.. :)

anyways, baca deh buku ini, buku ini beda dari novel remaja yg lainnya :D

regards,
bulan
*ak nge google nama Ayi Jufridar ternyata dia jurnalis yg aktif menulis ttg Aceh. Jangan2 cerita di buku ini berdasarkan kisah asli neh :P but ak yakin, orang yg bisa nge gambarin Aceh dengan baik saat itu adalah orang yang mengalami sendiri :)

let's wish the best for Aceh :) b

2 comments:

benlapansatu said...

Wach, bulan...kamu kok masih saja sempat baca buku-buku yach...aku sejak 12 tahun lalu gabung di rcti nafsu negbaca buku gue decline dan sekarang mungkin dah tinggal sisanya x, baca buku yang relevan-2 aja// Bravolah kamu masih bisa konsisten baca buku, padahal ada pepatah yah: books like aboat he,,,he,,,sxali lagi bravo

efdf said...

uhvdd