Thursday, June 13, 2013

'X Factor' saat travelling


Kemarin adalah salah satu dari 'doomsday' di sejarah saya bertravelling. Pesawat Easyjet yang rencananya membawa saya ke Brussel, lalu lanjut dengan kereta ke Utrecht, dibatalkan karena sedang ada demo di air controller Prancis.

Tinggal di negara ini lebih dari 8 bulan, saya sudah semakin mengerti dengan kegiatan demo di negara ini, dan Eropa di konteks yang lebih lebar. Yah mereka suka demo, ada gak 'sreg' dikit demo, apalagi ekonomi negara ini sedang dalam keadaan yang tidak terlalu baik.

Dan sebalnya, pengumuman pesawat di cancel itu saya ketahui ketika saya sampai di depan papan pengumuman di Airport. Ih sebel, tambah sebel ketika bersamaan dengan itu sms nya mulai dikirim. Emang sih, easyjet selalu bilang, jangan pernah lupa untuk selalu lihat 'flight tracker' dia, cuman yah dari kemarin ga kepikir apa-apa, apalagi karena demo ini ga sebesar biasanya ( masih ada 50% pesawat yang berfungsi).

Dan lalu gimana? Ya udah, lempeng aja ke counter Easyjet dan minta untuk di reschedule. Setelah berdiskusi (via telfon) dengan beibeb, diputuskan diganti ke hari minggu, flight malem, jadinya saya nginep dulu di Brussel. Baru besoknya naik kereta ke Belanda. Sebel sih ga bisa dapet weekend di sana, tapi yah gimana lagi, minggu depannya saya sudah masuk magang. Jadi ya sudah, dibanding terus-terusan di rumah dan ganggu beibebnya dengan telpon "Jam berapa pulang??".. talking about how i really can't  be a stay home wife.

Orang Prancis (dan Eropa) lainnya juga super lempeng loh ngurusinnya. Mereka tinggal antri tertib di customer service, tunggu giliran, memutuskan untuk reschedule atau refund. Terus ya sudah. Wajah mereka super lempeng, karena yah kejadian kayak gini mah bukan cuman sekali atau dua kali. Seriinggg.. :)) Saya sendiri, sudah 2 kali dari masa tinggal saya yang belum setahun disini. Yang pertama, pas pertama kali saya ke Toulouse. Pegawai Lufthansa lagi demo, pesawat banyak yang di'cancel', akhirnya saya reschedule. Karena Lufthansa pesawat besar, jadinya sehari ada 2-3 pesawat ke Toulouse, saya bisa dapat pesawat malamnya.

Suami saya juga pernah sama Lufthansa juga, pas kejadiaan dia mau pulang ke Indonesia, yang delay pesawat yang di dalam Eropa, sedangkat pesawat ke Jakartanya  jalan seperti biasa. Pas petugasnya tahu dia mau ke Jakarta, petugasnya langsung pucat, karena tau urusannya pasti panjang. Akhirnya yah dia bisa reschedule besoknya, dan dapat kompensasi hotel. (walo masih di Toulouse juga)  :))

Jadi... kalau  lagi ada di Eropa, dan kebetulan lagi dapet sial dengan tiba-tiba salah satu pesawat di cancel, here's my tips :
1. Ketika tau pesawat di cancel, langsung datengin ke petugasnya, tanya harus gimana. Kemungkinan besar sih tetap harus antri di customer service nya. :)) Antri saja, dan segera putuskan mau reschedule atau refund. Untuk pesawat kecil seperti Easyjet, ada beberapa rute yang pesawat hanya 2-3x seminggu, jadi reschedule emang agak lamaan. Tapi pesawat besar, biasanya ada 2-3 pesawat dalam sehari ke rute tersebut.

2. Kalau itu adalah pesawat transfer, kemungkinan adalah dimanakah luggage saya sekarang. Selama kita belum check-in, lebih aman, karena luggage kita masih ada di satu airport dengan kita. Kalau kita udah check-in, ada kemungkinan  luggage kita udah terbang. Segera ke lost&found. Laporkan, dan biasanya ada kompensasi sekitar 100 euro, selama menunggu luggage kita datang. Kalau misalkan kita cuman short stay di satu tempat, saran saya sih, mending luggage nya minta kirim balik ke Indonesia, dibanding tidak jelas nasibnya.

3. Always.. always.. check-in online. Kenapa? karena kalau misalkan ada masalah di airport bersangkutan, seluruh customer service itu penuh dan panjang antriannya. Kalau kita sudah check-in dan pesawat kita aman ( di Eropa, kita tahu dari kapan sampai kapan demonya) , kita bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang.

4. Selalu, handphone penuh baterenya dan juga pulsanya. Jadi tetap bisa online cek situasi (wifi di airport biasanya ada yang gratis) dan hubungi keluarga.

5. Bawa baju + daleman di koper hand luggage. Jadi kalau ada apa-apa, at least kita punya cadangan baju. Dan juga, jangan masukan barang berharga di koper bagasi.

6. Untungnya urusan refund di Eropa tidaklah rumit. Seperti kemarin, saya harus batalkan tiket kereta yang sudah terlanjur dibeli. Untungnya masih bisa, walau ada annulation cost nya. :)

7. Ah ya, dan selalu ikuti berita terbaru dan juga check status flight nya. Tapi kalau sudah kejadian yah kadang kejadian saja..

Segitu dulu sih beberapa tipsnya.. :) mudah2an berguna bagi yang tidak sengaja terjebak dalam situasi yang serupa :)).

Tjiao,

2 comments:

Putri Viona said...

wah a very nice sharing mba :)

Nonikhairani.wordpress.com said...

Bulan, makasih yaaaa tipsnya
Salam kenal