Friday, June 05, 2020

Pengalaman Speech Delay / Keterlambatan Bahasa usia 18 bulan - 24 bulan ( dari diagnosa hingga 'lulus' )


Sudah pengen nulis dari beberapa bulan yang lalu tapi galau. Ntah galau apa. Sudah berjanji diri sendiri utk posting di IG, tetapi tetap galau. Pandemi Covid-19 sendiri buat aku jdi merasa post ini 'kurang' penting.
Tetapi, demi... demi ibu-ibu yang googling mengenai speech delay, seperti saya dulu. Akhirnya kita share ya disini.

Disclaimer : semua pendapat dan tindakan yang aku lakukan disini adalah setelah berdiskusi dengan dokter dan terapis. Bisa berbeda di setiap anak yah.

Oh ya, gak akan banyak foto/video karena selama terapi memang tidak diperbolehkam merekam.

Ok, ke pertanyaan awal setiap orang tua yang khawatir, adi tandanya apa? di usia 15-16 bulan tidak ada penambahan kata berarti dan kalau dipanggil jarang nengoknya.

Sebenernya Farzan di usia 13 bulan bisa ngomong "satu,dua,tiga" cuman tiba-tiba menurun dia kayak gak inget lagi. Aku udah mulai curiga dan khawatir, cuman masih lemah sama kemudahan "Youtube"


Di usia 18 bulan, ke dokter tumbuh kembang di KMC. Sebenarnya dokter bilang ( fyi, aku konsultasi dengan dokter alinda dan trisna ya ) , utk usia 18 bulan, 6 kata itu cukup ( saat itu dia pas2an bisa 6 kata ) tapi mereka anjurkan terapi utk bisa kejar milestone bicara yg lainnya ( harus naik 50-100 kata, merangkai 2 kata, dll ). Jadi kita ikutin terapi seminggu 2x di KMC. Disana terapisnya bilang, modal reseptif bicara Farzan sudah banyak ( sudah nunjuk, ngerti simple command, ngerti mana kucing, dll) sudah babling dan jargon sendiri, nah tinggal dikejar bicara ekspresifnya.




Terapisnya mulai dgn kata2 sederhana, spt nyam-nyam, main, mau, minta dll yg dekat dengan anak2. sampai drilling kosakata dengan main flashcard. Terapis farzan di KMC sih benar-benar memperhatikan mood Farzan, kalau dia gak mau drilling belajar, diajaklah main di perosotan sambil dipancing kata2nya keluar. Kadang dia juga bermain berdua dengan teman-teman yang juga ada disana.

Oh ya, Farzan di daycare dari 13 bulan, dulu dia suka main sendiri di daycarenya, pas didiagnosis itu, aku minta pihak daycare utk ajak main dia , ajak bicara dia lebih banyak dan lebih lantang. Pas di rumah jg, no TV, mama papa jg harus ajak ngobrol dia, ajak nyanyi.


Perkembangan bicara Farzan meningkat dengan stimulasi yang diberikan, jargonnya berangsung menghilang, dia mulai bisa mengatakan keinginan sederhana dan juga hafal nama-nama benda dan hewan. Oh ya, salah satu kuncian Farzan saat itu adalah nyanyian. Sejak belajar nyanyi, dia sangat suka menyanyi. Lagu cicak-cicak di dinding adalah salah satu lagu yang dia hafal pertama di sekitar 22 bulan. Sejak suka menyanyi, jargon dia mulai berubah jadi nyanyian.


Pernah datang psikolog di daycare nya di 23 bulan, dianggap dia cukup sesuai umur bahasanya. Seneng dengernya hahaha, udah ngira dapet 'kurang' soalnya.

Di saat Farzan sudah 24 bulan, kosakata sudah meningkat 100an, seneng nyanyi, sudah merangkai 2 kata walau masih ada jargon nya. Masih ada PR di kata kerja dan terapisnya sudah minta utk belajar 3 kata.

Di 26 bulan, dokter kembali memeriksa dan menyatakan Farzan lulus dan disuruh untuk melanjutkan stimulasi mandiri di rumah dan di daycare. Sungguh lega dan senang saat dokter menyatakan itu.


Kalo ditanya kenapa? kayaknya memang karena gadget dan tv yg sering dinyalain pas ibu bapaknya pulang kerja. Setelah didiagnosis itu, youtube langsung mati, sebelumnya dia bisa 3 jam nonton gak bosen. Sekarang sih masih dikasih, yah karena... yah karena COVID dan bapak ibunya masih harus kerja di rumah 😂.


Tapi kita selalu setel yang Bahasa Indonesia, karena Farzan menyerap dan membeo kata-kata itu, malah sekarang karena kadang agak kelepasan nonton yang bahasa inggris, dia jadi bisa ngomongin warna pakai bahasa inggris 😂 ini jangan ditiru, karena sebaiknya dia 'jejeq' di bahasa ibunya dulu untuk kasus anak seperti dia.


Jadi Ibu-ibu, kalau bisa sedini mungkin ya ke dokter tumbuh kembang, kalo disuruh terapi juga langsung aja dijalanin, hitung2 stimulasi tambahan dari yg biasa di rumah.


Oh ya, kalau ditanya kenapa KMC, ya karena itu yang dekat dari rumah dan kantor. Aku ambil sesi hari rabu dan jumat jam 8 pagi, sesinya cmn satu jam kok. Sebisa mungkin, dampingi saat terapi yah, karena di akhir terapi ada laporan progress dan PR yang harus dilakukan di rumah untuk bantu stimulasi. Emang istimewa buat aku karena bisa dan mampu untuk mendampingi Farzan saat terapis, but there's always a way. Semangat!!!

Ohya, sekali terapi harganya 190 ribu yah.. 45 menit terapi dan 15 menit diskusi dengan orang tua. 

Kalau ada pertanyaan feel free to email ke mebulan@gmail.com atau DM IG @bulanmendota insyAllah dengan sennag hati membantu! ❤️

1 comment: