Sunday, August 09, 2009

Putri Duyung Cottage

Kemarin baru aja raker di Putri Duyung cottage, ancol.

Karena saya selalu mencintai pantai, trip kali ini menyenangkan setelah terakhir ke pantai adalah tahun lalu, setelah lebaran di anyer.

Putri duyung ini memang salah satu cottage tertua di kawasan ancol. Bangunannya masih belum berubah.

Walau pantainya ga bisa buat main air, aku sempat berenang di kolam renangnya. Kolam renangnya itu ada di sebuah kapal yg menjorok ke laut.

*capek ngetik lewat BB, segini dulu ah :p
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Saturday, July 25, 2009

July....

Vandaag is mijn jarig! thanks buat semuan teman yang udah nyelamatin lewat FB, sms dan telfon, terutama buat teman2 di fb... wow... looking all the people that commenting and wishing my birthday, buat aku senang karena memang ada teman-teman yang care dengan aku :) terimakasih ya doanya. :D

Cerita ultah dimulai dari hari kemarin, yang kebetulan kita (anak2 lifestyle iklan femina) lagi karaokean di Inul Vizta Thamrin untuk merayakan ulang tahunnya mbak Tri, my GAM. Memang, kebetulan banget di group ku ini ulang tahunnya berbarengan, tgg; 24 itu mbak tri, 25 itu aku dan 26 itu mas Fajar, Dewi Ad manager. Sebagai jabatan yg paling junior mestinya aku ikutan mereka aja yah :D haha.

Karaokean sendiri dimulai dari jam setengah 9 (setelah sebelumnya makan nasi uduk Kebon Kacang) sampai jam setengah 1. Jadi jam 12 nya mereka semua nyanyi dan nyelamatin aku... *hiks, terharu... haha* dan hadiahnya, mereka mencekokin aku dengan segelas besar bir. Sambil mereka berkomentar, " Gapapa Bulan, udah cukup umur sekarang," hahahha :D

Paginya kita beres2 di kantor, kebetulan Feminagroup akan mempunyai satu majalah baru, dibawah mbak Tri dengan beberapa AE baru akan bergabung, jadinya kita men arrange lagi layout meja2 kita. Emang ya itu kantor, isinya cuman barang2 dan majalah, bener2 kayak gudang. Proses bersih2 dimulai dari jam 10 sampai jam 4 sore. Bener2 kerja bakti :D

Malemnya (baru saja) ngajak makan anak2 belanda yg di jakarta, standar sih yg dateng (4L, lo lagi-lo lagi :p), mas berly, khrisma, intan, ulma, dan mbak anggi and her hubby. Dika sakit, dan mbak Laura lagi sibuk Fashion Show... (dasar model :p, u missed ur bestfriend birthday :D). Kita makan di Sky Dining semanggi, restoran radja ketjil, abis itu lanjut ngopi2 di Starbucks (mas berly treats! hihi).

Sepertinya begitu dulu cerita tentang ulang tahun, kita agak tarik ke belakang dulu cerita ttg bulan Juli.

Juli ini, aku banyak sakit! di minggu pertama sempet ga masuk 2 hari gara2 maag dan diare akut, kebetulan aku sakit pas di libur kecepit pemilu, jadinya i got long weekend, tapi percaya deh, sama sekali ga menarik sakit perut itu, menyiksa banget.

Kemudian minggu berikutnya aku ke kawinannnya si Dika, my very bestfriend, di Semarang. Aku dan beibeb kesana naik pesawat, sedangkan ayah dan si tante naik mobil *kata ayah, mau menikmati masa pensiun :p*.

Ternyata bukan keputusan yang benar, hari Jumat (17/7) itu ternyata ada Bom di JW Mariott yang bikin suasana hari itu benar2 kacau balau. Dan yang lebih parah adalah truk menggelinding di pintu tol angke yang buat perjalanan ke bandara jadi 3 jam lebih dan sukses buat aku hampir ketinggalan pesawat. Pesawat jam 18.20 aku baru nyampai di bandara jam 18.50. Lari2 untuk check in, yang -thanksGod- Lion Air nya mau nungguin kita. Gimana nggak, hampir 1/4 dari isi pesawat itu terlambat gara2 macet gila2an di tol dalam kota! Kita naik pesawat jam 18.20 dan pesawat itu akhirnya terbang jam 7 malem. Bersyukur banget, ga harus repot cari pesawat pengganti..

Besok paginya datang ke acara akad nikah dika, nuansanya hijau, dan walau telat, aku ada saat Bayu mengucapkan ijab kabul itu. Owh, one of my bf is a wife now! *smooch*
Siangnya datang ke acara resepsi. She looks pretty and her hubby is so tall! dika cuman sepundaknya gitu :p

Acara resepsinya itu beda dari biasanya, jadi disana kita duduk di round table dan menunggu makanannya datang. Makanannya enak2 :D tapi sayang, karena ayah harus balik ke Jakarta aku disana cmn sampai jam 2. setelah cipika cipiki dan foto, kita balik.
Besok minggunya baru kita pulang kembali ke Jakarta.

and to finish this lovely month, hari senin ini aku ambil cuti! hahha, ga kemana2 sih cmn pengen berleha2 aja, to recharge my energy.

and thanks for the presents friends! :D

ps: sekarang lebih suka update status di twitter, karena lebih simple, cepat, walo terbatas cmn 140 words. :)

Monday, June 29, 2009

Review : Garuda di Dadaku



Setelah kehabisa karcis minggu lalu, akhirnya -ditengah orang lain mulai membicarakan Transformer- kami berhasil menonton Garuda di Dadaku di Setiabudi Building.

Untuk sebuah film Indonesia, film ini berhasil mendapatkan 4 bintang dari kami. Sinematografinya bagus, ide cerita lumayan unik, akting bagus, dan dialog berjalan alami dan membumi dan juga catchy. Inilah film cerita anak-anak yang bagus selain Sherina (karena menurut kami Laskar Pelangi bukanlah film anak-anak).

Dan yang terpenting sebagai sebuah film anak *yg sudah semakin jarang saat ini* nilai moral yang dibawa sangat bagus, beberapa nilai moral yang menurut aku bagus untuk anak-anak adalah penokohan Heri dan persahabatan diantara mereka, antara lain :

1. Heri, sahabat bayu , meskipun cacat dia tidak minder sama sekali, malahan sangat percaya diri dan pintar. Meskipun teman2 Heri tahu kalau Heri cacat, tapi mereka senang, kompak dan membantu Heri dalam keseharian. Heri sendiri digambarkan sangat mandiri walau harus pakai kursi roda kemana-mana.

2. Heri dan Bayu bisa berteman akrab meskipun beda status sosial, beda fisik dan juga beda ras.

3. Bang Duloh, supir Heri, digambarkan sebagai orang yg konyol, lucu tapi tidak bodoh. Ramzi sendiri jadi pegang peranan sehingga membuat film ini jadi lucu.

4. Ga boleh bohong, tapi juga ga boleh tidak menuruti kata hati dan kejarlah impianmu setinggi2nya. Sepertinya itu yang hendak disampaikan di film ini, selain mencoba menyinggung2 tim sepakbola Indonesia yang sudah tidak ada ceritanya, selain juga menyinggung pemerintah yang tidak punya lapangan sepakbola yang luas dan bisa dimainkan anak2 tanpa ijin khusus di Jakarta.

in conclusion, film ini sangat worthed to see! dibanding KCB atau film2 indo sejenis, film ini menjadi juaranya :)

Thursday, June 25, 2009

Jalan-jalan : 3 Jam di Batavia Art Festival


Dari pertama kali melihat artikelnya di Kompas tentang Batavia Art Festival ini, aku jadi sangat penasaran untuk berkunjung ke acara ini. Acara ini sendiri dibuat untuk merayakan Hari Ulang Tahun Jakarta. Lokasinya di Kota Tua, di lapangan depan museum Fatahillah.

Acaranya sendiri dimulai dari jam 7 pagi, tapi berhubung malas bangun pagi dan berpanas-panasan, jadi aku memutuskan untuk kesana agak soreaan. Pertamnya sempat janjiaan sama Awan, anak Arnhem, untuk pergi ke acara ini, tapi siang2 dia SMS bilang kalau tidak datang, karena kata temanya acaranya ga seru. Sempet agak ragu seh, sampai akhirnya memutuskan untuk tetap datang aja.

Ternyata, tidak mengecewakan. Sampai disana ada panggung besar di depan museum Fatahillah dan beberapa stan kecil, mulai dari stan makanan-makanan betawi sampai stan museum2 yang ada disana. Ternyata beberapa museum buka sampai jam 6 (jadwal sebenarnya sampai jam 3 sore, PNS bo! gmn museum indo mau maju coba?)

Begitu sampai, kami langsung memutuskan untuk masuk ke museum Wayang. Berhubung kita belum pernah masuk kesana. Sampai sana, seperti museum Indonesia yang lainnya, kondisinya sangat menyedihkan (anyway, HTM hanya Rp.2000). Walau cukup lengkap, koleksi wayang-wayangnya tapi kertas informasi cuman ditaruh asal pasang di sebelah wayangnya dan tidak ada bahasa Inggrisnya (no tourist-friendly!)Di bekas 'oude kerk' itulah -katanya- JP Coen dikuburkan, walo juga menurut informasi jenasahnya sendiri sudah dipindahkan ke Museum Prasasti. Rupanya Museum Wayang itu sedang dalam perbaharuaan, karena di akhir-akhir ruang museum, tempat display Wayangnya sudah baru dan toiletnya juga sudah bagus. Sip deh, mudah2an berlanjut yah.

Keluar dari museum Wayang, kita berpindah menuju Museum Keramik. Sayang, museum itu sudah tutup, kita cuman lihat dari luarnya aja deh, dulu tempat ini adalah "Kantor Dewan Kehakiman".

Kemudiaan kita kembali ke pusat keramaian, dan mengunjingi stan-stan museum yang ada disana. Di museum Keramik, kita bisa melihat orang membuat keramik, di museum Kain, aku mencoba membatik di kain yang disediakan. Di museum Bahari,ada orang yang sedang membuat miniatur Kapal. Selain itu masih ada stan Monas, Bank Mandiri, BI, Joeang '45, pulau Oenrust. Wow, tanpa disangka, kita itu sebetulnya punya banyak Museum loh :).

Ketika jam menunjukan pukul 6 sore, kami berpindah tempat lagi menuju Cafe Batavia. Bangunan authentic yang sudah ada dari awal abad 19 ini memang cantik. Begitu masuk suasana homey dan anggun sudah terlihat di cafe ini yang dipenuhi oleh frame-frame foto berbagai macam. Tidak hanya bisa makan, apabila mau hanya bersantai disana pun diperbolehkan.

Harganya pun cukup pricey, untuk makanan yang rasanya pun tidak terlalu istimewa. Malam itu aku memilih assorted dim sum ( Rp. 50.000,- ) sementara beibeb memilih nasi goreng nanas ( Rp. 35.000,- ). Sementara, aku cukup berbahagia karena di Cafe Batavia itulah aku bisa menemukan minuman kaleng Bitter Lemon. Yey!

Selesai bersantai disana, maka kami memutuskan pulang. Sengaja tidak mengunjungi Fatahillah (walau untuk hari itu dia buka sampai jam 10 malam) karena kami sudah sering masuk kesana. Kami melihat kalau Museum-museum itu sedang di perbaharui warna cat nya (dan disana banyak banner2 ICI Dulux yang mengklain akan mengecat semua bangunan di kota tua, baguslah!).

Selain itu, sebelum pulang kami juga mengunjungi stan yang memperlihatkan blue print rencana Kota Tua mendatang. Janjinya sih akan diperbaharui dan diperindah, kita lihat saja nanti, mudah2an presiden yang akan datang lebih memperhatikan lagi tempat-tempat bersejarah yang bisa menjadi objek wisata yang menarik turis dalam dan luar negri. Saya tahu, masih banyak orang-orang kelaparan di luar sana daripada mengurusi hal-hal yang (mungkin) remeh seperti ini, tapi saya percaya, objek wisata alternatif dan edukatif seperti museum juga harus dibangun dan diperhatikan, agar cucu kita tidak hanya melihat mall-mall yang konsumtif dan mengetahui sejarah negrinya.

anyway, untuk foto2 yang lainnya bisa dilihat di sini.

Tuesday, May 26, 2009

MAY i trade w/ u ?

*judul posting karena kebanyakan mainan 'restaurant city' di facebook :P hehehe*

Yuk, pada ikutan main 'restaurant city' di facebook ... hehehhe... jadi kalau udah pada gabung, kita bisa trade food ingredients disana. :D

Hehehe, Restaurant City menjadi currenty game addicted buat aku dan Deni. Karena game ini (sampai sekarang) tidak membosankan. Ini dirancang sebagai live game, bukan main masak-masakan yang disana. Yang ada adalah, bagaimana merancang agar pelayanan kita cepat dan membuat popularitas dan level kita naik. Gimana caranya merayu teman-teman kita agar mau barter dengan produk kita dan kita bisa membuat resep baru. Dan juga. gimana cara mempercantik restaurant kita.

Saat ini aku udah di level 7 dari 3 hari bermain game ini. Coba bayangkan teman2ku yang sekarang udah di level 25. Kira-kira berapa hari ya mereka main biar bisa sampai disitu? Kalau aku seh kayaknya udah bakal bosen duluaan :D. Kalau dihitung-hitung, game yang benar-benar aku tamatin itu cuman hitungan jari. Paling cuman Jojo's fashion show sama chocoliteir. Diner Dash sudah jadi sangat membosankan buat aku :p.

Ngomong-ngomong soal game, kok masih aja yah yang menganggap game itu hanya dimainkan oleh para lelaki, bahkan dia terkejut begitu tahu aku main game online. Menurut dia, game biasanya hanya untuk lelaki. Hello man! are we now in 21st century ? *sisi feminisnya langsung keluar*

Wah, ga kerasa ya bulan Mei sudah mau berakhir. And this is a special month since my beibeb gonna have birthday! Hip, hip hoeraa, schatje!

Akhir-akhir ini issue yang paling hangat di keluargaku adalah persiapan pensiun ayah. Yups, dua bulan lagi, ayah sudah pensiun berkarya dari PLN yang sudah memperkejakannya dari usianya 24. Ga kerasa deh... begitu diperhatikan, memang tanda-tanda penuaan sudah terlihat di garis-garis wajah ayah.

Kemarin aku sempet ke PLN juga, buat periksa gigi gratis.. Eh, ternyata my first wisdom teeth di rahang kiri atas sedang tumbuh.

"Non, gigi bungsunya bener tumbuh. Wah ini tumbuhnya jelek loh, Non. Ini bisa sakit nih, soalnya tumbuhnya mengganggu yg lain. Lebih baik dicabut segera ya Non"

Aku yang lagi mangap dan giginya di oprek-oprek jelas ga bisa menjawab pertanyaan dari dokter tua itu. Di akhir sesi itu aku bilang,

" Hm, ntar deh kalo udah siap mental saya ke dokter lagi ya.."

hehehe, iya, saya takut dicabut giginya :D. Kata teman-teman sih, kalo emg ga bermasalah banget ga usah cabut giginya ya. Eh, tapi si bapak dokter itu juga memuji gigi aku loh, katanya giginya bagus ga ada tambalannya :"). hehehhehe.


Sudah dulu ya teman-teman, mainan restaurant city lagi yah sayaaaa.... Ayo-ayo pada ikutaannn..... *teuteup keukeh*

kuss,
Bulan.