I am so glad to found you :)
hey, i am not talking only for ONE person :P
today was
had a great conversation with my dad
had a new knowledge from my lecturer
had a good laugh with one of my big bro :p
had a nice call with my bf
and
had one warning from my HR 'coz i missed the deadline :p
dont forget to mention,
had first blackout (2 hours) in my building :p
welterusten allemal
xxx,
Showing posts with label very short story. Show all posts
Showing posts with label very short story. Show all posts
Saturday, December 02, 2006
Sunday, November 19, 2006
Sometimes, I wonder...

sometimes, I wonder..
how could her magic fingers erases my tears
how could her hug escapes my worries
how could her words makes me calm
how could her brain gives me outcome to my problems
how could her eyes spreads warmth inside my soul
sometimes, I wonder
how could she love me unconditionally
she has ears to listen my story, my grumble
she has hands to hug me
she has mouth to teach me
she has tears to teach me how she love me so much,
no matter happens..
and i miss her so much, mom..
i need you right now,..
Mom i have problems right now, i really need to talk to you
to share to you, but I cant
I only able to write it here, and somehow hope that you will read it
Mom, no one replace you, not her, not him,
mom, i dont want to loose my soul, dont want to loose my motivation,
dont want to loose my bulan,
bulan who always has lot of motivations,
mom, i want to always have motivation,
motivation to moving on,
motivation for being a tough girl,
mom,
i really hate myself who only muturing my problem,
i want to always have efforts mom,
effort to move on,
and dare facing the world,
mom,
i dont want to afraid with future,
future that i dont know,
future that i havent decide yet,
(*you all, please stop asking me 'what am i planning after i graduate')
mom,
i dont want to loose because of my own expectation,
expectation that always controlled me,
freak me out,
mom,
i want to become better everyday,
i want to learn every day,
i want to dare facing the world,
mom,
sometimes i hate myself,
sometimes i can not see any strenght in myself..
sometimes i have low self esteem which screw my day up,
i loose my self-confidence,
mom,
i dont want to loose myself,
not before i get all my dreams become true,
not before i able to make you proud to me,
mom,
please pray to me,
please always love me from heaven,
you,
please forgive for all of my annoying attitude today,
i know that you hate my annoying-demanding-desperate attitude today,
i know that today you met to superdesperate me which annoys you so much,
i know that you hate that,
but plase, for today, just stay there, and listen my grumble,
and please cheers my day up,
i dont need psikiater,
i need you..
please be patience to me,
sometimes I wonder,
why i need some hours to close my eyes,
breathing,
and forget about my expectation for a while,
forget about the facts that hurted me,
mom, i need you to wash my brain,
and ready to begin my fight again..
*at this time, i remember for us 3,5 years ago
me was crying in front of you
and i was wondered whether i capable to achive my dreams
i was so down that day, just like today,
and you try to cheers me,
but deep inside my heart,
it was not that i was worried
but,
wheter i capable to make you and dad proud to me,
today, that question flying in front of my head too,
what i want to do is make you and dad happy and proud to me
to erase my guilty because i was forced you for being here,
and to fulfill my promise to you
mom, are you proud to have a daughter like me?
i heard my mom whispered to me: "bulan, jangan pernah putus asa"
Monday, October 09, 2006
CUSTOMER SERVICE
CUSTOMER SERVICE DOA
*tok tok*
resepsionis di depan mendelik begitu melihat diriku,
"ada perlu apa?"
"Bisakah saya berkonsultasi dengan Tuhan, pimpinan customer service doa?"
"sudah ada janji?"
"saya selalu mencoba kontak dia hampir 5 kali setiap hari, tetapi sepertinya dia sibuk"
"hmmm..... ya ya ya, *sambil sibuk membuka catatan* ya ada catatannya, jadi ada perlu apa?"
"apakah dia tahu apa masalah saya?"
"ya ya.. dia tau masalah semua orang"
"kapan dia akan menjawabnya?" tanyaku cemas
wajah resepsionis itu mendelik menatapku tajam, dipandangnya dari kepala hingga kaki
"kamu percaya dia akan menjawab?"
"iya..." ada nada yg menggantung dari suaraku
"kamu percaya?"
"Saya kira saya sudah menjalankan apa yg saya tahu tentang doa, kenapa masih tidak bisa berjalan."
ditatapnya diriku acuh "harap tunggu 3 jam lagi, Beliau sedang sibuk"
dengan rasa dongkol aku memilih untuk menyinkir, sepertinya si resepsionis ini tahu betapa aku membutuhkan hasil dari doa.
Aku memilih untuk menungu di suatu pojok, tampaknya klinik itu sungguh ramai,
"sudah menunggu berapa lama, Bu?" tanyaku pada seorang ibu yang tampak lesu.
"sudah 4 jam, nak.."
"kalo ibu sudah hampir 6 jam nak.." seru suara lainnya..
"Rasanya sudah seharian saya disini" jawab suara lainnya
pembicaraan pun menjadi seru memperdebatkan kenapa begitu lama waktu konsultansi dengan pimpinan doa. Tiba-tiba, aku melihat ada beberapa orang yang datang langsung masuk ke dalam ruang konsultansi dan keluar dengan berseri-seri. Ada rasa iri di dada.
"kenapa mereka bisa duluan ya, Bu?" tanyaku pada ibu sebelah ku ini
"Hmm.. saya sebetulnya tidak tau cara kerja customer service ini Nak, tapi, kenapa kita tidak mencoba untuk menunggu disini, toh, kita akan dipanggil juga"
Aku mulai berdiri, dan mencoba mendekati resepsionis galak itu.
"sudah bosan menunggu ya?" sindirnya sinis
"kenapa mereka bisa duluan padahal mereka baru masuk?"
"Ananda, kamu tidak akan pernah mengerti sistematika kerja Tuhan, tapi aku kira Tuhan tau apa yang terbaik."
Aku hanya diam
"Ananda kau sudah berusaha?"
aku mengangguk
"lalu kenapa?"
"Mbak, aku tidak tau harus bagaimana lagi, ak kira semua sudah saya usahakan, tapi kenapa selalu keadaan tidak memihak padaku?"
resepsionis hanya diam mendengarkan
"Mbak, saya kira Tuhan tau apa yang saya inginkan, saya hanya ingin semua yang saya rencanakan berjalan dengan baik, dan memberikan nasib baik pada saya"
resepsionis hanya diam. Aku kehilangan kesabaran
"Mbak, saya sudah berusaha, saya sudah mencoba terus berusaha, tapi saya akan terus berusaha, Maukah Tuhan merapikan hal-hal yang tidak bisa saya atur agar sehingga usaha2 saya bisa berjalan dengan baik?"
tiba-tiba hp resepsionis berbunyi. dia tersenyum.
"Ananda, Tuhan bilang dia mendengarkan permintaan kamu, dan dia juga bilang teruslah berusaha, dan dia juga meyakinkan kalau dia mendengarkan doamu itu. Kembalilah ke rumah, teruslah menghubungi dia kapanpun kamu mau. Beliau sibuk, tapi beliau mendengarkan."
Aku tertegun.
"bisakah aku tahu nomer hp Tuhan?"
resepsionis kembali tersenyum
"Nak, aku kira kamu sudah tau cara yang lebih cepat untuk menghubungi dia daripada tehknologi bernama SMS itu"
Aku mencoba tersenyum,
"Tapi..." rasanya dalam hatiku tetap ada yg kurang
"ya?..." katanya sambil melihat berkas-berkas kembali
"Kapan dia akan menjawab dan mengabulkan pertanyaan-pertanyaanku?"
"Hmm,.. Tuhan tidak bilang, dan aku tidak tahu, bisa cepat bisa lambat, itu semua tergantung, kamu tidak tau kapan Tuhan akan memberikan kejutan itu padamu, tetaplah terus menghubungi dan melapor keadaan dirimu padanya. Dia sangat sedih saat kamu mendapatkan yang kamu inginkan, tetapi kamu malah menjauhkan diri dan jarang contact dengan dia."
Aku diam, lalu mengangguk, mengucapkan terimakasih. Kakiku terasa berat dan tanpa sadar air mataku mulai menitik. Entah untuk apa kali ini.
Bulan, Amstelveen Ramadhan 2006
*tok tok*
resepsionis di depan mendelik begitu melihat diriku,
"ada perlu apa?"
"Bisakah saya berkonsultasi dengan Tuhan, pimpinan customer service doa?"
"sudah ada janji?"
"saya selalu mencoba kontak dia hampir 5 kali setiap hari, tetapi sepertinya dia sibuk"
"hmmm..... ya ya ya, *sambil sibuk membuka catatan* ya ada catatannya, jadi ada perlu apa?"
"apakah dia tahu apa masalah saya?"
"ya ya.. dia tau masalah semua orang"
"kapan dia akan menjawabnya?" tanyaku cemas
wajah resepsionis itu mendelik menatapku tajam, dipandangnya dari kepala hingga kaki
"kamu percaya dia akan menjawab?"
"iya..." ada nada yg menggantung dari suaraku
"kamu percaya?"
"Saya kira saya sudah menjalankan apa yg saya tahu tentang doa, kenapa masih tidak bisa berjalan."
ditatapnya diriku acuh "harap tunggu 3 jam lagi, Beliau sedang sibuk"
dengan rasa dongkol aku memilih untuk menyinkir, sepertinya si resepsionis ini tahu betapa aku membutuhkan hasil dari doa.
Aku memilih untuk menungu di suatu pojok, tampaknya klinik itu sungguh ramai,
"sudah menunggu berapa lama, Bu?" tanyaku pada seorang ibu yang tampak lesu.
"sudah 4 jam, nak.."
"kalo ibu sudah hampir 6 jam nak.." seru suara lainnya..
"Rasanya sudah seharian saya disini" jawab suara lainnya
pembicaraan pun menjadi seru memperdebatkan kenapa begitu lama waktu konsultansi dengan pimpinan doa. Tiba-tiba, aku melihat ada beberapa orang yang datang langsung masuk ke dalam ruang konsultansi dan keluar dengan berseri-seri. Ada rasa iri di dada.
"kenapa mereka bisa duluan ya, Bu?" tanyaku pada ibu sebelah ku ini
"Hmm.. saya sebetulnya tidak tau cara kerja customer service ini Nak, tapi, kenapa kita tidak mencoba untuk menunggu disini, toh, kita akan dipanggil juga"
Aku mulai berdiri, dan mencoba mendekati resepsionis galak itu.
"sudah bosan menunggu ya?" sindirnya sinis
"kenapa mereka bisa duluan padahal mereka baru masuk?"
"Ananda, kamu tidak akan pernah mengerti sistematika kerja Tuhan, tapi aku kira Tuhan tau apa yang terbaik."
Aku hanya diam
"Ananda kau sudah berusaha?"
aku mengangguk
"lalu kenapa?"
"Mbak, aku tidak tau harus bagaimana lagi, ak kira semua sudah saya usahakan, tapi kenapa selalu keadaan tidak memihak padaku?"
resepsionis hanya diam mendengarkan
"Mbak, saya kira Tuhan tau apa yang saya inginkan, saya hanya ingin semua yang saya rencanakan berjalan dengan baik, dan memberikan nasib baik pada saya"
resepsionis hanya diam. Aku kehilangan kesabaran
"Mbak, saya sudah berusaha, saya sudah mencoba terus berusaha, tapi saya akan terus berusaha, Maukah Tuhan merapikan hal-hal yang tidak bisa saya atur agar sehingga usaha2 saya bisa berjalan dengan baik?"
tiba-tiba hp resepsionis berbunyi. dia tersenyum.
"Ananda, Tuhan bilang dia mendengarkan permintaan kamu, dan dia juga bilang teruslah berusaha, dan dia juga meyakinkan kalau dia mendengarkan doamu itu. Kembalilah ke rumah, teruslah menghubungi dia kapanpun kamu mau. Beliau sibuk, tapi beliau mendengarkan."
Aku tertegun.
"bisakah aku tahu nomer hp Tuhan?"
resepsionis kembali tersenyum
"Nak, aku kira kamu sudah tau cara yang lebih cepat untuk menghubungi dia daripada tehknologi bernama SMS itu"
Aku mencoba tersenyum,
"Tapi..." rasanya dalam hatiku tetap ada yg kurang
"ya?..." katanya sambil melihat berkas-berkas kembali
"Kapan dia akan menjawab dan mengabulkan pertanyaan-pertanyaanku?"
"Hmm,.. Tuhan tidak bilang, dan aku tidak tahu, bisa cepat bisa lambat, itu semua tergantung, kamu tidak tau kapan Tuhan akan memberikan kejutan itu padamu, tetaplah terus menghubungi dan melapor keadaan dirimu padanya. Dia sangat sedih saat kamu mendapatkan yang kamu inginkan, tetapi kamu malah menjauhkan diri dan jarang contact dengan dia."
Aku diam, lalu mengangguk, mengucapkan terimakasih. Kakiku terasa berat dan tanpa sadar air mataku mulai menitik. Entah untuk apa kali ini.
Bulan, Amstelveen Ramadhan 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)