Showing posts with label opinions. Show all posts
Showing posts with label opinions. Show all posts

Tuesday, December 08, 2009

Buka Semangat Baru

Dearest peoplee,...

Today, i went to JMC Hospital, this diarrhea kills me, then i decided to went to doctor in the hospital near my place. Luckily, my insurance is pay everything. I can just come and go home with some drugs without paying any cash. and i also happy, there is no infection so i dont need any antibiotics.

At home, i open to Raditya Dika website, and found this link that he's recommended www.bukasemangatbaru.com. Apparently, this is the blogs to support the new campaign of Coca Cola. This also linked to their new ad / jungle. Open happines, is the umbrella of international 2009 campaign of Cocacola.

I like how they translated 'Open Happiness' to Indonesia, buka semanagat baru. Not fully translated, but they still brings some spirits that they have on Open Happiness. Every country also make their own version. Just try to search it on youtube. They do have plenty!

What i noticed is, on Open Happiness original version, the three people that presented on tv ad is origin from differences races that also pictures how differences races they have on US, but they still united. On Indonesian version, you can't see that "Differences but United". What a pitty.

This also happen on Dove Campaign. If you look Dove ads outside Indonesia, you will see how Dove really brings their Sisterhood spirtis with differences races but united, fat or slim, black or white, straight hair or frizzy hair, all are pictures on their campaign and brings the spirit "everyone is beauty".

Here, they are not brave enough to bring that messages. You still see, the major is a girl with white fair skin with long straigh hair. Well the differences only on the lenght of their hair but not their skins nor races.

My question is always same, "Why they don't brave to bring that messages?" I know, all Indonesian people is really willing to be that kind of person. But, hey, how's about the messages of " Every of You is beautiful uniquely? "

How's about that ?

Meanwhile, please listen the jingle ad / music video of Buka Semangat Baru. I kinda like it though :p

Sunday, November 29, 2009

JGTC, here we come :)




Dear All,

Alhamdullilah, when i wake up this morning, my body is getting better. Thus, as planned, i decided to went to Jazz Goes To Campus at Universitas Indonesia Depok. JGTC is the oldest jazz festival in Indonesia, this year is their 32nd annual festival.

What i like for this year event is their sponsor is not from ciggarete company anymore (talking about no smoking campaign and go green campaign :)). And the stage is better than last year ( i think they learnt something from last year's event) :D. and i also noticed, that this year, they properly prepare for chance of raining, which is, of course, raining all over from 5 - 9 pn. :(

Oh yes, when i got there, raining is start. Since both of us is hungry, we went to food and beverage stand and got kebab as our late lunch. After that, we went around the stage and stopped at stage C to see Nina Aartsen and Jakarta Broadway Team. I like Jakarta Broadway Team (which consits of UI students i think) they are so theatrical and energetic, reminds me of black american people when they make a vocal group :) )



After that, because of heavy raining, we went to the bazzaar and got cutey and cheapy stuffs. Oh, i love the fact that im on campus area because the stuff that they got there is unique and cheap :p. We back again to stage A and saw ecoutez. But because it's raining and lot people bring umbrella, we can't see anything. all is umbrella, but the performance of ecoutez is good :) we love it.

After that, we went to stage B. they got roof that make us protected from rain. we decided to passed maliq & d'essential (owh, in all jazz festivals we got 'em), kulkul , olma ong and Balawan. we thougt it was just useless went there and can't see anything, instead only listening them under the rain!



We were waiting for Endah n Rhesa. Before that we got eriksondhy project. Endah n Rhesa was brilliant, as usual. Sweet thing is they got married next week. They show off their engagement ring. Aw, so sweet, i just knew that they're couple, no wonder they got so much chemistry in their performance :). When i was in blues festival, lot of people didnt know their song, in JGTC, those college students know by heart and sing together. awh! i think i have to buy their CD :) they sings " i dont' remember, when you love someone, uncle jim and few songs"

then we heading home, i say bye secretly to Olma Ong and was happy to see Endah n Rhesa again.

I like JGTC this year, we also has been prepare it better than last year ( we got rain coat, umbrella, jacket, etc). My opinion is since this is a good jazz event, and they has already know that almost every year they got raining, why dont they move it into 'dry season' like from May - August. My bf (who is lecturer) said that in November-December, all that college students have their free times so they can make such a event like this. Well, i think is more nicely that they move it on july/august since the open-air concept that they uses are needed more sun than rain :)

Next week is JakJazz, but i think we passed it. and the ticket for Java Jazz has already on sale. We will check that we want to buy it or not, since Java Jazz really like bazaar and lifestyle event than Jazz festival itself.

wow, it's almost midnight. I'm going to sleep now, peeps :D.

ps: what i love about this event is... i feel 5 years younger since i surronded by college students. ihiy :D

Thursday, June 25, 2009

Jalan-jalan : 3 Jam di Batavia Art Festival


Dari pertama kali melihat artikelnya di Kompas tentang Batavia Art Festival ini, aku jadi sangat penasaran untuk berkunjung ke acara ini. Acara ini sendiri dibuat untuk merayakan Hari Ulang Tahun Jakarta. Lokasinya di Kota Tua, di lapangan depan museum Fatahillah.

Acaranya sendiri dimulai dari jam 7 pagi, tapi berhubung malas bangun pagi dan berpanas-panasan, jadi aku memutuskan untuk kesana agak soreaan. Pertamnya sempat janjiaan sama Awan, anak Arnhem, untuk pergi ke acara ini, tapi siang2 dia SMS bilang kalau tidak datang, karena kata temanya acaranya ga seru. Sempet agak ragu seh, sampai akhirnya memutuskan untuk tetap datang aja.

Ternyata, tidak mengecewakan. Sampai disana ada panggung besar di depan museum Fatahillah dan beberapa stan kecil, mulai dari stan makanan-makanan betawi sampai stan museum2 yang ada disana. Ternyata beberapa museum buka sampai jam 6 (jadwal sebenarnya sampai jam 3 sore, PNS bo! gmn museum indo mau maju coba?)

Begitu sampai, kami langsung memutuskan untuk masuk ke museum Wayang. Berhubung kita belum pernah masuk kesana. Sampai sana, seperti museum Indonesia yang lainnya, kondisinya sangat menyedihkan (anyway, HTM hanya Rp.2000). Walau cukup lengkap, koleksi wayang-wayangnya tapi kertas informasi cuman ditaruh asal pasang di sebelah wayangnya dan tidak ada bahasa Inggrisnya (no tourist-friendly!)Di bekas 'oude kerk' itulah -katanya- JP Coen dikuburkan, walo juga menurut informasi jenasahnya sendiri sudah dipindahkan ke Museum Prasasti. Rupanya Museum Wayang itu sedang dalam perbaharuaan, karena di akhir-akhir ruang museum, tempat display Wayangnya sudah baru dan toiletnya juga sudah bagus. Sip deh, mudah2an berlanjut yah.

Keluar dari museum Wayang, kita berpindah menuju Museum Keramik. Sayang, museum itu sudah tutup, kita cuman lihat dari luarnya aja deh, dulu tempat ini adalah "Kantor Dewan Kehakiman".

Kemudiaan kita kembali ke pusat keramaian, dan mengunjingi stan-stan museum yang ada disana. Di museum Keramik, kita bisa melihat orang membuat keramik, di museum Kain, aku mencoba membatik di kain yang disediakan. Di museum Bahari,ada orang yang sedang membuat miniatur Kapal. Selain itu masih ada stan Monas, Bank Mandiri, BI, Joeang '45, pulau Oenrust. Wow, tanpa disangka, kita itu sebetulnya punya banyak Museum loh :).

Ketika jam menunjukan pukul 6 sore, kami berpindah tempat lagi menuju Cafe Batavia. Bangunan authentic yang sudah ada dari awal abad 19 ini memang cantik. Begitu masuk suasana homey dan anggun sudah terlihat di cafe ini yang dipenuhi oleh frame-frame foto berbagai macam. Tidak hanya bisa makan, apabila mau hanya bersantai disana pun diperbolehkan.

Harganya pun cukup pricey, untuk makanan yang rasanya pun tidak terlalu istimewa. Malam itu aku memilih assorted dim sum ( Rp. 50.000,- ) sementara beibeb memilih nasi goreng nanas ( Rp. 35.000,- ). Sementara, aku cukup berbahagia karena di Cafe Batavia itulah aku bisa menemukan minuman kaleng Bitter Lemon. Yey!

Selesai bersantai disana, maka kami memutuskan pulang. Sengaja tidak mengunjungi Fatahillah (walau untuk hari itu dia buka sampai jam 10 malam) karena kami sudah sering masuk kesana. Kami melihat kalau Museum-museum itu sedang di perbaharui warna cat nya (dan disana banyak banner2 ICI Dulux yang mengklain akan mengecat semua bangunan di kota tua, baguslah!).

Selain itu, sebelum pulang kami juga mengunjungi stan yang memperlihatkan blue print rencana Kota Tua mendatang. Janjinya sih akan diperbaharui dan diperindah, kita lihat saja nanti, mudah2an presiden yang akan datang lebih memperhatikan lagi tempat-tempat bersejarah yang bisa menjadi objek wisata yang menarik turis dalam dan luar negri. Saya tahu, masih banyak orang-orang kelaparan di luar sana daripada mengurusi hal-hal yang (mungkin) remeh seperti ini, tapi saya percaya, objek wisata alternatif dan edukatif seperti museum juga harus dibangun dan diperhatikan, agar cucu kita tidak hanya melihat mall-mall yang konsumtif dan mengetahui sejarah negrinya.

anyway, untuk foto2 yang lainnya bisa dilihat di sini.

Sunday, September 09, 2007

Hak perempuan di Irak?

baca satu artikel di ranesi tentang perempuan Irak yang kehilangan hak2nya setelah serbuan Amerika di Irak.


"Kaum perempuan tidak boleh mengenakan pakaian modern seperti yang pernah mereka lakukan pada tahun 1980an dan 1990an. Pertama mereka dipaksa mengenakan penutup kepala, kemudian gaun mereka harus lebih panjang lagi. Dan khususnya bulan-bulan terakhir ini di pelbagai wilayah pinggiran kota, kaum perempuan tidak boleh memperlihatkan kulit mereka lagi. Perempuan harus mengenakan kaos kaki panjang dan tebal, kadang-kadang sampai dua lapis, demikian pula kaos tangan"


Jujur aja, ak ga terlalu paham tenntang hukum islam untuk berjilbab. Aku tau kalo kita (wanita Islam) diharapkan (atau diwajibkan) untuk menutupi auratnya agar aman dari godaan pria. Tapi kenapa harus se extrem itu? sampe harus pake kaos kaki panjang dan tebal? kaos tangan? Apa memperlihatkan telapak tangan dah bisa menggoda hasrat lelaki?

Mahasiswa perempuan yang masuk kampus, dimaki-maki di pintu gerbang. Kelompok-kelompok islam menekan universitas agar menempatkan parempuan di kelas terpisah dari mahasiswa laki-laki. Sementara perempuan yang mengendarai mobil atau berprofesi sebagai dokter, jurnalis, aktivis, sukarelawan atau pengacara, diancam dibunuh melalui telepon, email atau di jalanan.

Yang ini lagi! coba, perempuan ga boleh mengendarai mobil! aduh, kenapa seh? ok, mungkin demi keamanan situasi Irak yang lagi labil? tapi jadi dokter, jurnalis, aktivis? kenapa? apa yg salah dengan profesi itu? Apalagi dokter, yah perlu lah dokter cewek, ntar kalo ada cewek yang sakit, dikasih ke dokter pria?? padahal nunjukin secuil kulit depan cowok aja ga boleh.

tapi ada satu yang buat aku agak2 emosi.

Misalnya sekarang sudah legal jika laki-laki dewasa menikahi gadis berusia sembilan tahun.

udah legal berlaku seperti yang dilakukan 500 tahun yang lalu? pedofil? Alasannya apa coba? Menikahi seorang gadis yang baru mens, yang masih mainan sama boneka? yang masih buta apa itu sex?

Yang buat aku tambah senyum-senyum-sinis, di Ranesi, berita ini samada sekali ga dikomentarin,padahal kalo udah ada berita ttg melecehkan islam, haduh, komennya macem2 dari yang super-tidak-jelas, provokator, sampai super-sok-pinter. Tapi kalo soal begini, tidak ada yang berkomentar. Apa karena ini hal yang biasa?

Apa ini sebuah hal normal di perempuan Islam?
Apa sebagai seorang wanita Islam kita harus bener-bener tunduk ke pria-penguasa Islam?
Apakah Islam mengajarkan juga untuk pasrah dan sabar untuk hal seperti ini?

Tapi, emang sih ini lebih ke arah applikasi ajaran Islam di Irak, bukan berarti semua negara men applikasi kan ajaran Islam seperti apa yang dilakukan oleh Irak.

Sebetulnya, seberapa 'bebas' kah wanita di dalam Islam?

Saturday, August 18, 2007

Merdeka, atau tidak merdeka?

Sebetulnya seh acara 17an seperti biasa, tidak ada apa-apa. Bukan karena sekarang lagi di Belanda, pas kemarin-kemarin di Indonesia juga tidak ngapa-ngapain, just like another day.

tapi baru ngeh kalo sebetulnya 17 itu hari yg mestinya sangat sakral pas liat multiplynya ka fedi . Buat aku bertanya-tanya, penarikan bendera, kapan ya terakhir liat itu?

Tapi sebetulnya yg paling penting, kapan yah terakhir kali aku memaknai arti 'kemerdekaan' itu sendiri?

Yang menarik, sebelum tanggal 17, itu pasti aja ada banyak artikel, email, renungan, ucapan, ajakan diskusi yang intinya selalu sama 'Apakah kita sudah merdeka?'

Atau banyak konflik, intrik, debat, tentang sesuatu yg berkaitan dengan hari merdeka, seperti yang lagi hangat tentang lagu Indonesia Raya, atau juga kasus tahun lalu (atau tahun lalunya yah?) tentang sikap Belanda yang *pada akhirnya* mengakui tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Indonesia.

Apakah kita sudah merdeka?

Ya jelas sudah lah, toh buktinya udah tidak ada negara lain yang jajah kita. But then, semua kembali lagi ke arti 'merdeka' itu sendiri. Kalo dikaitin ama negara, ya politically right, ya jawabannya udah :P

Tapi toh, dibanding mengisi hari dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, aku lebih suka menanyakan kapan terakhir kali aku memaknai arti kemerdekaan itu sendiri. Kapan terakhir kali aku bilang aku bangga dengan Indonesiaku, terhanyut ketika melihat lembaian bendera dan juga memaknai dan mengamalkan *udah kayak ppkn :P* lagu kebangsaan kita. Atau, yang paling sederhana, memaknai dari tujuan upacara bendera itu sendiri.

Sementara yang terakhir kali aku inget dari upacara bendera adalah ngegosip ama teman-teman sekelas, ketawa-ketawa, kepanasan, bingung kalo lupa pake baju lengkap (aka topi osis, sabuk item) ,cengegesan bareng teman-teman kalo lagi ngeliat cowok kakak or sebelah kelas yg cakep dan juga di setrap pas ketauan ngobrol mulu ama wakil kepsek :D

Oh oh, i miss upacara bendera masa sma :D

Lalu gimana soal memaknai kemerdekaan? Sebetulnya seh semua kembali pada individu masing2 *defensemodeon dan jawabanpalinggampangdibuat mode on*

Tapi buat aku, udah lama aku tidak ngeliat bendera sambil bilang "Bangga sekali sama kamu Indonesiaku". Tapi kembali lagi, kenapa aku harus menuntut negaraku membuat bangga aku? Toch, membanggakan Indonesia bukan tanggung jawab sebagian individu, walo emang ada organisasi namanya pemerintah yg punya kewajiban lebih tinggi buat membanggakan Indonesia :)

*Hey, karena itu kita bayar pajak kan? :p *sok dah pernah bayar pajak di Indo :P*

Selamat menjadi merdeka selama 62 tahun, Indonesiaku.

Monday, July 30, 2007

Lulus atau Tidak Lulus?





Lulus atau tidak lulus?

Rasanya perasaan ini baru aku rasakan pas aku udah mau lulus, maksudnya, aku gak pernah mikir kalo aku bakal dapat dilema seperti ini waktu aku tahun pertama sampai tahun ke empat tengah deh. Rasanya dulu emang cuman bayangin, ya pengen lulus tepat waktu, titik. Tapi begitu sampai saatnya, ada dilema menghantui, bener neh mau lulus tepat waktu? bener neh siap menerima segala konsekuensinya?

Dan ini ga cuman berlaku buat aku, tapi *ak kira* hampir kebanyakan semua anak yg sekolah di Belanda. Aku gak tau yah gimana peraturan di negara lain, tapi di Belanda itu strict. Kalo udah lulus, ijin abis, ya udah pulang. Mau cari kerja? ayo bayar 300 euro buat 3 bulan *menurut peraturan hari ini, ga tau kalo bulan depan dia berubah lagi :p*.

** ak sampe heran kalo orang pada mengira belanda itu negeri yang bebas-lepas, somehow Belanda emang bebas, tapi juga somehow peraturannya ga jelas, strict, bingungin apalagi buat para imigrant-imigrant seperti kita ini :D hehe **

Lulus atau tidak lulus?

Kadang-kadang aku mikir, kalo aku sekolah di Indonesia, mungkin aku ga akan pernah bayangin ada pilihan untuk 'tidak lulus' atau memperpanjang sekolah. Tapi disini iya. Memperpanjang sekolah? bayar sekolah lagi donk?

Iya, tapi coba liat pilihan yg ada, masih bisa internship disini, bisa cari kerja, masih bisa bareng pacar *kalo yg dapet pacar lokal :p*, masih bisa part time, dan lain sebagainya. Intinya masih bisa menikmati fasilitas yg ditawarkan disini.

Lulus? hayo hayo sana balik pulang, gitu kata orang2 IND (kantor imigrant nya belanda) :D

Memilih dari dua hal tersebut bukanlah pekerjaan gampang, bukanlah tanpa konsekuensi.

Kadang aku menyesal kenapa harus milih lulus, kalo tidak lulus kan mungkin bisa internship lagi, bisa tinggal di belanda lebih lama, masih bisa jalan-jalan di Eropa, dan masih-masih lainnya.

Dan aku ga sendirian :D

Sementara salah satu temenku yang ke mempunyai keyakinan Katolik Panas (Paskah-Natal) *hehehe* ketika sedang jalan-jalan ke katedral di London sana, menyempatkan diri untuk berdoa ke Tuhan, untuk menanyakan kapan dia lulus. Sampai ketika ada salah satu teman di tempat kerjanya yg bilang kalo dia menyesal kenapa lulus, dia pun dengan cepat menawarkan untuk bertukar status 'lulus' nya.

Surely, it's not a simple decision. *apalagi buat orang2 yg masih bingung masa depannya seperti saya hehehehe*

Tapi, apapun yang nunggu aku di depan, ak udah berjanji untuk berusaha tidak menyesali keputusan yang udah ak ambil.

Bukan apa-apa, tapi bisa juga hal-hal yang aku putuskan akan berbuah manis nantinya kan? Sekarang cuman berusaha, untuk memperbaiki keadaan dan menikmati waktu yang ada :)

Thursday, July 19, 2007

Apa salahnya menjadi berbeda...



Kadang suka lucu, gimana nasib memainkan kita semua, manusia.
Ada yang ga pengen ini, eh dikasih itu. Ada yang pengen itu, eh dikasih ini.

manusia ga pernah puas yah

yah, kata-kata klise, tapi itu selalu terjadi lagi dan lagi.

Rumput tetangga itu selalu lebih hijau

Kadang kata-kata itu yang jadi penghiburan apabila kita *well, ok, saya :p* lagi 'iri' ama ke'hijauan' rumput tetangga.

Sampai suatu saat, saya duduk termenung, saya sedang memikirkan nasib saya *halah*.

"Kenapa saya begitu biasa aja yah? Sementara yang lain rasanya lebih unik, punya kehidupan yang asyik, punya masa depan yang jelas"

well, saat saya sedang duduk dan termenung gitu, seseorang menghampiri saya dan bertanya,

" Kenapa seh dia itu berbeda? "

Saya pandangi orang dia maksud. Dalam hati saya tidak habis berpikir? Kenapa dia berbeda? Bukannya itu bagus yah? Artinya dia unik. Saya suka orang berani tampil beda.

Dan ketika orang itu mempertanyakan 'perbedaan' orang itu, dalam hati saya masih bertanya-tanya tentang saya sangat 'biasa'.

Apa seh faktor yang membuat seseorang menilai seseorang atau pribadi menilai diri sendiri? standard yang ada, lingkungan sekitar, media? Lalu mana yang lebih baik, menjadi berbeda atau menjadi 'sama' dengan yang lain?

Dari SMA dulu saya selalu dibuai saya itu orang yang cuek dan beda. Gimana gak cuek dan beda kalo jalan rok saya selalu miring, rambut acak-acakan dan meja yang berantakan. Sementara para cewek lain pake baju rapi, kaos kaki selutut dan berjalan anggun. Somehow, saya merasa nyaman dan senang dengan keadaan itu. Walo mama selalu gemas ngeliat anak ceweknya tidak pernah terlihat cewek ini. Bahkan sampe sekarang Ayah masih heran kalo saya keliatan 'cewek' dikit :P

Begitu sampai disini, i must admit, everyone is so unique and bold here.

"kenapa hidup saya tidak seperti dia." jadi tag line yang sering mampir ke pikiran saya. Jangan salah, kalo sedang 'down' saya memang gampang terombang ambing dengan pikiran2 negatif saya. :D

" Apa salahnya menjadi 'biasa' saja?" Kata seseorang berusaha meyakinkan.

Sementara yang lain bilang, " Kenapa dia tidak bisa seperti yang lain?"

Saat itu saya sadar, menjadi unik atau tidak sebenarnya cuman pilihan kita saja. Orang lain bisa memutuskan apa saja tentang diri kita, tapi rasanya cuman buang waktu kalau cuman mau memikirkan apa yang orang bilang ke kita.

nb: Bulan, kalo pikiran negatifmu lagi 'kambuh' tolong dibaca lagi tulisan yang kamu buat sendiri ini yah. :D

nb: don't be afraid to be unique, you-know-who :)

Saturday, July 07, 2007

Wimar said..

in their website, Wimar wrote about the difference living in Amsterdam & Groningen and Indonesia. Comparison, as usual. Nonetheless, the one that make me interested not the article, but the comment that Wimar wrote in response of someone who said living in Netherlands is so boring, which someone who live in Indonesia commented to it.

Tapi Belanda terasa santun dan nyaman, karena semua hidup dalam kondisi yang sama, tidak ada perbedaan kaya miskin kecuali dalam tabungan bank. Gaya hidup sama semua. Indonesia banyak bicara moral agama dan moral politik, tapi Gubernur yang korup bisa terpilih lagi melalui wakilnya. Di Belanda moralitas bukan soal norma, malainkan soal penghormatan satu sama lain orang. Di Belanda, koruptor tidak diperpanjang fasilitasnya.

Memang Belanda membosankan. Lebih menarik hidup di Indonesia jika orang tertantang untuk melawan arus dan mengusahakan perbaikan. Atau sekalian hidup ikut arus dan menikmati kemewahan elite.

Kalau orang tidak mau berjuang, hanya ingin berkarya, hanya ingin berlaku santun dan diperlakukan sopan, Indonesia belum bisa menyediakan lingkungannya kecuali dalam kelompok terbatas. Kelompok terbatas itu diusahakan meluas oleh usaha orang biasa. Langkah pertama ialah mengakui kekurangan kita dan melakukan response yang positif. Bukan rakyat Indonesia yang salah, tapi pemimpinnya.



interesting. :) *well, except for the last sentence :p not that i am disagree, but it's so... "lagu lama"

Tuesday, July 03, 2007

History nge-blognya Bulan :p

liat liat yg dipost ama dita , jadi senyum2 sendiri, rasanya ak dan blog hubungan yg tak terpisahkan ya dit? :p

Mungkin itu juga kenapa topik skripsi ku ttg blog :p *en fyi, nilai blum keluar neh, ga tau lulus to ga :D tetep minta doanya yah... :D

Kalo ditanya kenapa ak ngeblog? hmmm, itu berarti sekitar 11 february 2002, 5 tahun yg lalu, pas itu ak masih kelas 2 sma. Awalnya seh gara2 liat blog -ato dulu mungkin lebih ke personal website kali ya- nya mas ku. Dari tempatnya masku (dulu itu ntonk.com) ak liat link2 lain yg juga temennya dia.

Pas itu, orang rasanya masih jarang deh punya blog di hosting gratisan. Nah, ak merengek ama mas buat dibuatin personal website kayak gitu aja, dan karena dia males, dia akhirnya nge refer dan buatin blog pertama aku di blogger, yah blog www.bulan.blogspot.com ini, gambarnya kucing latarnya pink :p. Dari situ dimulailah perjalanan blognya bulan, kenal teman2 baru, belajar ganti2 html dll

Karena pas sma, dunia perblogan jarang dikenal, ak bebas nulis nama orang2 yg berhubungan dengan ak di blog, dan kadang2 ak malah mempromosikan blog ini kemana-mana. Tentu aja, ada saat dimana blog ini ketauan orang yg bersangkutan dan ak jadi marah2 :p but well, bukannya itu salahku juga ya saat itu :p

Memasuki dunia perkuliahan, aku ketemu modjo, yg suprisingly dah liat blogku sebelum kesini *iya ga seh djo ;) ge er mode on* dan punya tanggal lahir sama kayak ak :p *ga penting* . Aku tetep nulis walo ga terlalu sesering dulu, dan begitu kuliah, kayaknya ak dah agak susah kalo pake nama2 asli orang2 bersangkutan. Kira2 tahun ke dua kuliah ak merasa stuck ama blogku, i have feeling like i've been watching, karena saat itu ak ngerasa ak lagi ga pengen diliat ama orang lain, i need my blog for myself. Dan saat itulah ak buat satu blog rahasia :p which yah cmn bertahan bentar doank.

Kalo dibilang, ak bukan orang yg memanfaatkan blog buat berkenalan ama orang2, tp lebih ke arah dimana ak mengenal lebih dekat ama orang yg udah ak kenal sebelumnya :) dan tentu saja, berbagi kabar.

Rasanya mulai tahun ketiga deh, blogku mulai berubah dari ajang curhat jadi mulai menulis berbagai opini, ato tulisan agak serius sedikit. *mungkin agak mulai dewasa dikit :p* dan tahun ke 4, disaat stuck ama topik skripsi, ak tiba2 mengambil topik ttg blog. Topik yang sudah ak geluti selama 5 tahun, tpi ak kira pengetahuan ak ttg itu masih dikit, skripsi inilah yg juga buta mataku ttg fenomena web 2.0 (two point oh), participation age, dll.

Oh ya btw, topik skripsiku itu ttg apakah blog mempengaruhi company's image di Indonesia, hasil akhirnya adalah..... blog tidak terlalu mempengaruhi opini orang terhadap company's image, unless in two certain conditions: age and satisfaction level.

Jadi, makin muda orangnya, dia semakin terpengaruh dan apabila dia puas dengan suatu produk, dia tidak akan terpengaruh oleh suatu blog yg menulis ttg efek buruk sebuah brand.

hehehe, ada yg tertarik mau membaca? :p *tp ntar kalo dah dinilai :p


so truly, blog is my best partner yang sudah menemani selama 5 tahun terakhir ini :) dan mudah2an bulan.blogspot tetap aku yang punya, walo sekarang juga suka selingkuh di multiply :p

Wednesday, June 13, 2007

Wimar di Amsterdam



Senin kemarin bersama segerombolan anak2 amsterdam dan sekitarnya kita bertemu dengan Wimar Witoelar. Lucunya, temanya ganti dari 'Menerapkan liberalisme Eropa pada persoalan Indonesia' jadi 'sikap untuk kembali atau tidak ke Indonesia'.

Well, agak meleset jauh seh dari topik semula, tapi ak kira dasarnya Wimar benar. wacana 'membangun Indonesia' itu adalah topik yang besar dan harus dimulai dari individual. Lalu tampaknya individual2 (conteks disini adalah mahasiswa LN) tampaknya masih meragukan 'penerimaan' mereka bila kembali ke Indonesia, sepertinya masih ada banyak keraguan yang dipertanyakan (gaji, dll)

Rasanya banyak banget pertanyaan2 yang ada di kepalaku, kebanyak ak selalu bertanya 'apa yang harus ak lakukan untuk negaraku ini?'. Maksud aku, tinggal disini, sekolah disini, rasanya seperti ada tantangan untuk bisa berbuat lebih kepada negara ini. Tapi apa?

Wimar bilang saya adalah miss cemas (:p) dan menyatakan ' we are what we want to be' dan salah satu caranya adalah mencoba keluar dari zona nyaman saya.

Wimar juga bilang kalo salah satu caranya adalah mengeluarkan suara Anda di blog. Berhubung masih ada hubungan ama topik FD saya, yang hasilnya menyatakan mungkin masih lama hal itu terwujub dengan kenyataan baru 6% orang indo yg pakai internet. Terus terang, melakukan hal itu di saat seperti ini belum bisa memberi terlalu banyak ke Indonesia.

Tapi emang, semua itu personal, dan semua itu adalah pilihan pribadi. Kita yang menentukan masa depan kita, dan mungkin masa depan kita bisa ikut membantu masa depan Indonesia.

Despite of masalah ekonomi, hukum, infrastruktur yang banyak dibawa oleh diskusi IMD SKM (CMIIW), saya lebih suka menyoroti masalah2 lain seperti pembangunan internet di indonesia, pengaruh media baru internet indonesia ke dalam pendidikan or ke dalam politik dan PR, ataupun masalah turisme Indonesia, terutama masalah museum.

Kenapa museum? Karena saya prihatin dengan museum2 yang ada di Indonesia dan juga tempat2 wisata lainnya. Call me muluk, tapi saya sendiri ingin melihat Museum Raden Saleh. Salah satu pelukis yang dianggap satu kelas sama Rembrandt.
Saya ingin melihat kekayaan2 kita dirawat dengan cantik dan bisa dipamerkan ke negara lain, atau simply, ke anak2 cucu kita.

Kita ga pingin cmn mewariskan mall2 indah, besar, artistik ke anak2 cucu kita kan?

Kadang2 saya pengen deh jadi tim pembangunan turisme Indonesia :D. Kemudian saya kasih harga yang sepadan dengan itu, ga cmn seribu- dua ribu (bolehlah kalo buat student dan anak kecil).

Atau mungkin dibuat tur besar2an mengunjungi istana2 Indonesia? Saya yakin Istana Tampak Siring di Bali ga kalah cantik ama schoonburn nya Vienna. :)

Yah itu sebagian mimpi saya. Call me muluk (again :P) tapi kita hidup karena ada mimpi kan :D hehehehe.. ingat, idealisme ada kemewahan terakhir anak muda (Gie)

but anyway, ma kasih buat pa Wimar yang sudah mendengarkan keluh kesah kita :D :D

oh ya satu lagi,ntah kenapa, saya setuju ama Mas C, kalo emang benar ingin membantu Indonesia, lebih baik pulang ke Indonesia dan membangun dari sana. Rasanya lebih aktual daripada hanya mengirim duit ke keluarga, apalagi kali istri dan anaknya juga ada di luar negri. But anyway, that is a personal choice.

regards,
Bulan

link terkait : http://perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=680

Monday, May 21, 2007

A brief history of Blog in Indonesia

this brief history may be can help budiputra to complete the formal history of blog in Indonesia.

There is no clear information about who was the first blogger in Indonesia. However, Enda Nasution , one of famous first generation’s blogger in Indonesia, stated that there were already three generations of blogger in Indonesia until now. The first generation blogger was the people who started their blog in 1998 to 2001. The first generation only consisted of about 100 Indonesian bloggers in the world. Most of them were students or workers majored in IT and web design. The first generation blogger also had their own community which was www.msn.or.id. They also had their own mailing list, which was bloggerian, used the server of yahoo. The content of first generation blogger was about his and her personal experiences. Some of them wrote in English, instead of Indonesian. Majority of blogger were used livejournal and blogger as their blog engine.

The second generation blogger in Indonesia were people who started his and her blog in 2002 – 2003. The blog content of this generation were still similar with the first generation, mostly wrote about their personal experiences. In this generation, the blog communities had been arise such as: blogbugs (national), bbv.or.id (Bandung), angkringan (Jogjakarta), tukanglenong (Jakarta), etc. Their behavior were also different than previous generation, they were not only met in cyber world, but also met in real life. In this generation, they used blogger, MT and pMachine as their blog engine.

The third generations were those who started their blog in 2004 until today. This generation overlapped with the second generation, meanwhile, the first generation had been disappeared. Blogger from this generation are more sophisticated in web design of a fully feature template.

In this generation, they are not only written down their personal experiences, however, they also written down various topics such as politic, economy, information technology, media, and lot of various topics. Enda Nasution also stated that in this period of time, the blogger had owned one and two blogs before they decided to stick in their current blog. In this period of time, there are few companies who begin to created their corporate blog, such as: maverick (PR and advertising company), virtual (viral marketing company) and tempo (magazine).

According to survey by BlogFam in December 2005 with 250 samples. We can identify the profile of blogger in Indonesia is as following; most their education level is university level and above and their marriage status is single. The range age is between 20- 30 years old . Furthermore, mostly of them are accessing internet through their office which enabling them to surfing in internet everyday without charges. One third of them are accessing internet more than 7 hours. Besides blogging, another internet activity that they have done when they accessing internet are reading and writing e-mail. Most of them are using blogger.com as their blog hosting and mostly of them, wrote their personal daily life as their main topic in their blog. Most of them are blogging since 2004. The blog community forums that they subscribe are BlogFam, Blogbugs, Angkringan, Cangkrukan, Tukang Lenong, BBV, Blog Station and many others.

information cited from Enda Nasution in mailing list technoligica, blogfam, and some other sources.

Monday, May 14, 2007

Indonesian Youth Voice

okay,

i really need to write this for the sake of distraction in writting my FD :(


before you read this post, for you who part of IMD SKM from PPI A, read it with your own risk, i am personalising this to some people. if you dont like it, then just go away, this is only for personal use


last thursday, i went to what is called discussion for IMD SKM (Indonesia Masa Depan- Suara Kaum Muda) in PPI Amsterdam in response for some 'complaints' in mailing list :p

the complaints, because there is no discussion during PPI A itself (guys, please put discussion as discussion not only information), and then we all knew, that Suara Kaum Muda should means all Indonesian Youth Voice not only 'few' Indonesian Youth Voice. If you understand what i means, folk :). I didnt meant that there is no announcement in mailing list, but have you ever persuaded us to make a discussion about what should PPI A should do in response for this event? So far that i recalled is no.

okay, past is past, the discussion went well, this is quite enlighting for me, or maybe for us, undergraduate. People that joined discussion are real people who have already touched with the working's environment at Indonesia. It is nice tough.

however, this is the problem that bother me, why they underestimed us, undergraduate. They just like generilised us, undergraduate, that we WILL not interest with discussion, we are not as smart as they are, we will not able to make a thesis about that, we will not arguing as smart as they are. Like Ulma'said "sooner or later it'll get to our attention, sperti skrg"

Me too, as a prove, me in 2004 are not really interested with debat or discussion things, argued to Mas Berly to don't forget set up fun-happy activities in PPI A, while, in the end, he mixed between discussion and fun things in one activity.


You said that you don't underestimated us, undergraduate? then, why you only encouraged or asked the paper for graduated and above, not even try first for us, we only for, well, ehm, informed?

added with this, "Maafkanlah kami-kami para S2 dan S3 ini yang dilatih untuk berpikir kritis." thennnnn, we are not critized??? we are silly? we are just naive? we are just inexperience (well, in some way, inexperience is true ^^). In some way, that sentence are underestimated us, undergradueate.

I know, word undergraduate itself already means under experince, or under etc, but i think, you should not use that words, really not appropriate for the example for us. Gie said ' old generation should encourage new generation throug discussion'. Thus, encourage us, because we will the one who will replace when you retired ^^. I mean, use discussion for exchange information, ideas for us.

ok, i think in some way, i generilized graduate and post graduate here :D, however, it's not my intention. some of them are very kind to spare the time to exchange information, ideas for their junior (mas Berly, you includes on this group ^^). Remember that my bf are ex graduate student here, one thing that i love from him is he never underestimates me.

see, i told you, this post is soooooo personal for some people. anyway, this is my blog, my private place, and it's up to you to interpret this. However, i open for critics and discussion and i will not post this in mailing list because, like i said, past is past, what we should consider is how to succed this event, and then after that, make this event not only for hit in one time, but, realize that they called 'living document'.

this is the first event, so, it's logic if there some misinterpration, or misunderstanding there and here. :)

long post, eh? :D sorry for my words.

Doei

Wednesday, April 04, 2007

the art of public transport in Indonesia


sudah berapa kali orang yg kebetulan mampir (dan tinggal) di negara barat, memuji sistem transportasi di negara ini.

Ok, kadang saya mengeluh dan marah-marah pada lambatnya si metro/tram datang, tapi saya tetap bersyukur karena tram dan metro disini much much better dibanding alat transportasi di indo. (*oh ya saya juga pernah mengeluh karena metro di A'dam adalah yang paling jelek yang saya pernah lihat daripada kota-kota di eropa barat lainnya :p, kalo kereta, italy lah yang paling tidak bagus *peace mas berly *wink*)

Di Indonesia alat transportasinya, hmmm udah kotor, berhentinya suka seenaknya sendiri lagi, halte bukan buat tempat menurunkan dan menaikan penumpang lagi *oh, untuk bus seperti transjakarta masih seh*

beberapa kali saya mendengar orang mengeluh
"aduh, itu loh supir angkot kalo nurunin dimana-mana"

Saya berpikir, kok malah nyalahin supir angkot seh?
bukannya kita -sebagai penumpang- juga salah ya, berhenti dimanapun berdiri buat nyetop angkot. Coba kalo kita kompakan berdiri di satu tempat yg bernama halte, pasti angkotnya juga berhenti di tempat yg sama :)

Yang disayangkan, yg namanya halte itu sangat jarang dibangun di Indonesia.

Mungkin orang pemda nya juga mikir, buat apa dibuat halte kalo orang-orang bisa turun di tempat seenaknya.

Sudah pernah naik bus transjakarta (*btw, inilah nama benernya busway)? Pertama kali mendengar nama ini, saya sangat excited. Kenapa? Oh saya mengharap bus ini akan seperti bus-bus di Belanda, kenyataan? boleh boleh, meski kalo lagi masa-masa penuhnya bisa jadi penuh banget, empet-empetan dan oh ya, saya mengharap bus ini bisa sampai Pamulang.

Yang jadi pertanyaan selanjutnya, apa bus ini mengganti orang-orang yang naik mobil jadi naik bus? sepertinya tidak :)
Banyak orang-orang mengeluh karena macet pembuatan jalan busway (dan monorel), dan ujung-ujungnya juga ngomong
"Pembangunan busway/monorel ini buat macet aja, toh nanti saya juga ga bakal gunaiin ini"

Dan lucunya *menurut saya* mereka semua berharap sama, busway dan monorel bisa buat orang-orang yg naik mobil pindah ke sana. Nah lo, kalo semua orang berharap siapa yg ngelakuin.

Oh jangan lupakan faktor keamanan, kecelakaan-kecelakaan di Indonesia, sudah sukses buat orang2 berpikir, mau naik alat transportasi apa yang paling aman :)

Okeeehh, ini tulisan mungkin judgemental, dan bisa bilang, ga semua orang pikiran gitu, tapi hati kecil saya masih bilang "Gak semua orang mungkin, tapi mostly iya"

Saya kadang mengesalkan kenapa setiap pagi mobil itu hanya berisi satu orang, kalo-kalo misalkan mereka mau pindah ke bus transjakarta mungkin yang namanya macet bisa dikurangi.

Well, saya enjoy loh berjalan-jalan dengan bus transjakarta. Waktu itu saya pernah disuruh market research ke daerah roxy , dengan semangat saya mengusulkan naik busway aja yang langsung ditolak mentah-mentah oleh temen kerja saya. Naik taxi aja, katanya cepat. Sebagai anak magang, saya menurut saja, toh kita dibayarin ini.

Padahal kalo kita mengaku ke sana naik taxi terus kitanya naik busway, kan lumayan yah sisanya, hueehuehueh.

Aku juga pernah naik angkot di Bandung, saya dan kakak ipar saya cmn bisa diam dan menahan nafas karena supirannya benar-benar memacu adrenalin kita.

Anyway busway, mari kita hentikan ocehan tidak jelas ini disini, sambil berwishful thinking bus transjakarta akan sampai Pamulang. *teutep*

Tuesday, February 06, 2007

Pemimpin Indonesia

Tiba-tiba saya teringat sepotong kenangan pemilu disaat saya masih kecil,

Waktu itu saya masih di Kalimantan, di kantor bapak saya yg BUMN itu sedang diadakan latihan pemilu (sekarang mau pemilu masih ada latihannya ga seh?). Jadi para karyawan dipersilakan untuk latihan suasana pemilu, seperti latihan nyoblos. Ketika hasil dari latihan pemilunya diumumkan,ternyata pemenangnya adalah Golkar dengan mengantongi 100% suara (tentu saja!).

Di sesi tanya jawab, salah satu karyawan disana bertanya pada salah satu orang pemerintah yg ada dsana dan kebetulan orang Golkar (tentu saja, lagi!)

"Bagaimana kalau pemilu nanti hasilnya Golkar semua?"

Bapak itu tersenyum,

"Ya tidak papa to, malah lebih bagus kalo Golkar semua yang menang,"

Saya yang masih kecil dan juga produk orde baru menyimpulkan dengan gampang, "Ya, kalo pemilu ya pasti yang menang Golkar, bukannya harusnya dan sepatutnya begitu."

Ibu saya ketika mendengar kata-kata orang itu langsung pasang muka sebal
"Kok dia ngmg gitu seh, ini bukan masa kampanye kok," tentu saja sambil berbisik-bisik, soalnya jaman itu, berpikiran seperti itu di lingkungan BUMN adalah hal yang tabu.

Ketika pemilu yang benar dilaksanakan, hasilnya (tentu saja) Golkar yang menang, tetapi yang mengejutkan bagi saya (waktu itu) ada beberapa orang yang memilih PDI.

Ibu saya kembali berbisik-bisik,
"Mama milih PDI tuh, bosen ah kalo Golkar terus yang menang"
Bapak saya,
"Ya, ayah harus milih Golkar donk, la wong Ayah dapet duit dari negara" katanya kalem.

Menyikapi pemilu yang masih setahun lebih, banyak para pemimpin Indonesia yang saling menuding dan bersilat lidah, saling menyalahkan, dan bersikap sebijaksana mungkin agar dipilih.

Ketika harus memilih siapa yg paling kompoten dari mereka semua itu, saya bingung. Abis dulu -katanya- si ini bagus, tapi kok begitu jadi presiden gitu-gitu saja, dulu -katanya- ini berkharisma, tapi jadi presiden kok melempem. Sama saja semuanya. :)

Mungkin lebih baik saya jadi golput saja ya, toh, orang Amerika sendiri yang mau memilih cmn 40% dari warganya, yg lainnya tidak peduli :D

Monday, November 27, 2006

Dove beauty campaign



Kampanye iklan Dove ini sudah termasuk lama, sejak tahun 2004 banyak yang memuji iklan ini.

Termasuk saya.

Konsep yang mereka buat bagus dan sangat 'manusiawi', mereka membuat ikatan emosional yang bisa menyentuh orang-orang yang melihatnya.

They called it: self esteem fund for real beauty.

Mereka memperlihatkan sebuah fakta bahwa:

What's the truth about beauty? Dove recently set out across 10 countries and interviewed 3,000 women to find out.

* Only 2% of these women describe themselves as “beautiful”
* About 3/4 of them rate their beauty as "average"
* Almost 1/2 of them think their weight is "too high"


Belum lagi ditambah kenyataan anak-anak ABG yg berlomba-lomba me'rubah' dirinya menjadi cantik. Untuk menyikapi itu, Dove punya program yang bernama Uniqely me! yang sudah berjalan dari tahun 2002, mungkin iklan diatas sebagai salah satunya...

saya sendiri beberapa waktu yg lalu sempat mengalami krisis 'apakah diri saya menarik ' yang saya tanyakan dan sempat buat down. Tapi mendengar seseorang yang selalu berkata 'Honey, you're beautiful' mententramkan hati saya..

Saya sendiri tidak tahu apa saya cantik/menarik ato tidak untuk orang lain. Tetapi sepertinya kalo mengkhawatirkan timbangan terus menerus, hidup saya takkan tenang.

Di Indonesia, kampanye yang saya tau se'nada' ama ini adalah iklan online di kompas.com yang memperlihatkan beberapa wanita 'normal' (bukan yg wajah setengah bule, rambut panjang hitam lurus, badan kurus, kulit putih) yang sepertinya adalah sahabat. programnnya sendiri namanya 'real beauty friends' dengan slogan 'Ekspresikan diri Anda apa adanya' dan juga mengajak yang lihat untuk ikut lomba foto sahabat tersebut.

Tetapi sayangnya, ketika kalian klik 'ungkap rahasia mereka' maka munculah produk-produk Dove.

hmmmm...

kemana ajakan ttg self-esteem fund seperti iklan di negri lain itu???? Bodohnya saya yang mengira itu pesan utama mereka. Apa mereka masih takut kehilangan pembelinya kalo tidak memakai model yang cantik setengah bule itu? (merujuk sinis iklan short movie nya lux *dengan gadis2 ekstravaganzanya, walo masih salut juga dengan strategi naikkin image dia dari sabun untuk kalangan biasa jadi untuk kalangan 'berkelas')

Tidak tau seh perkembangan iklan Dove di indo sekarang gimana, tetapi saya menunggu dengan penuh harap ada iklan yan bisa mententramkan hati gadis-gadis kecil, yang membuat mereka tidak usah takut akan 'perbedaan' mereka.

Tidak perlulah mereka takut pada jerawat yg baru tumbuh,atau membenci rambut keriting keriwil mereka,atau membenci kulit hitam mereka, atau tidak perlu takut untuk makan makanan berlemak, tidak perlu malu untuk memakai kacamata dan tidak perlu berpikiran tidak ikut ke 'party' berarti tidak keren.

beauty is unique :)

Wednesday, November 22, 2006

burqa: etika atau moral

locatin: di kelas Ethics

partai VVD mendukung pelarangan burqa di Belanda.

Etik: suatu aturan yang di-amini- oleh society
Moral: suatu aturan yang di-amini- oleh HANYA individual

Burqa dilarang salah satunya karena salah satu ETIKA di Belanda adalah bisa melihat mata orang yang diajak bicara tersebut.

Dosen ak berpendapat, burqa adalah aturan moral orang tersebut, itu dipercayai oleh orang tersebut untuk dilakukan. Bagi individual tersebut, burqa adalah hal yang benar.

Ak ga tau, apakah melihat mata orang yg diajak bicara adalah etika dari negara ini, atau hanya moral vagi orang2 tertentu.

Tapi menurut ak, burqa adalah 'hak' dari orang tersebut. Tetapi apabila ada hak kita tertubruk etika dari negara yang kita tinggali, apa yg bisa kita lakukan?

Kenapa negara yang mengatakan 'bebas' ini, ternyata mempunyai aturan2 yang kadang tidak membebaskan penduduk, terutama orang asing :)

kekeekke update lebih lanjut nanti deh :p komen dan pendapat dipersilakan :D

Sunday, September 24, 2006

Selamat Berpuasa...

Alhamdullilah... memasuki puasa tahun ke 4 di negri Belanda :)

seperti biasa, awal puasa pun penuh dengan ketidak jelasan informasi kapan-harus-puasa, yang berakhir dengan hari pertama puasa untuk saya-dan- beberapa-teman dimulai hari sabtu.

Awal puasa juga diliputi dengan berita pembunuhan tembak mati para (katanya) pelaku poso. Dan juga masalah kata2 si paus yang tidak mengenakkan para pemeluk muslim, dan mulailah perdebatan yang tidak akan berakhir itu -agama-siapa-yang-salah- .

Enam bulan yg lalu, ketika balada-kartun-Muhammad terjadi dan gempar, saya menulis entry ini, intinya , saya berpendapat bahwa agama adalah hal yg irasional. Dan belum tentu apa yg km percaya akan bisa diterima oleh orang lain. Sayangnya, banyak orang yg mencoba merasionalkan agama agar bisa diterima oleh semua orang.

Kenapa orang harus meniadakan perbedaan? bukankah perbedaan yang membuat hidup kita lebih berwarna dan tidak membosankan?

Dalam satu agama saja, banyak aliran dan kepercayaan. Ketika saya mengetahui bahwa puasa hari sabtu (menurut orang turki dan ppme dari sumber yg saya dapat), saya mencoba memberi tahukan kepada teman2 muslim saya yg lain. Reaksinya beragam, ada yg ikut, ada yg tidak, dengan berbagai macam alasan. Pertamanya saya agak kesal, kenapa mereka tidak mau ikut berpuasa hari sabtu, karena menurut saya itu adalah hal yang benar, lalu saya coba menerima bahwa itu adalah hak mereka untuk ikut berpuasa pada hari sabtu ato tidak. :)

Akhirnya, saya cuman bisa mengucapkan... Selamat Berpuasa dengan Kepercayaan Masing-Masing :) ... mudah2an ibadah puasa di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT. :)

Tuesday, August 29, 2006

internet, that new media...



saya sudah kembali. kembali ke pangkuan belanda, kembali ke sekolah lagi. :(
besok ak sudah masuk sekolah lagi, jujur aja, ada perasaan nervous sedikit. Aku agak takut apakah semua akan berjalan lancar, apa yang akan terjadi? sebuah perasaan yang terlalu aneh. Yakinlah bulan, semua akan berjalan lancar.. you already go trough this for 3 years, and you always can do it. Just believe in yourself.

Okay, pembukaan yang 'sedikit' menyimpang dari judulnya. :D. Kali ini -setelah idle 5 bulan dari belanda- aku menemukan kegembiraan lagi untuk browsing dan blogging. Yups, internet yang sangat lambat,berat dan mahal di Indonesia buat aku ga bisa ngelakuin hobi lama ak. Yang buat aku acknowledge kalo internet adalah media yang merubah aku. Yang tentu saja, di tentang oleh berbagai pihak. Para scientif percaya kalau TV adalah media yang paling berpengaruh pada manusia.

Sebagai orang (yang magang di) advertising di Indonesia, aku bilang pendapat itu benar. TVC sangat berpengaruh dibandingkan iklan di internet, lagian media internet yang diperhitungkan berpengaruh di Indonesia hanya beberapa, salah satunya adalah detik.com dan friendster. So pathetic compare than in developed countries like netherlands. Seorang advertising expert bilang padaku kalau advertising Indonesia tidak akan maju dan mampu bersaing apabila Internet di Indonesia masih mahal. Bayangkan, sebulan ak main internet di telkomnet sama dengan 7 hari/24 jam aku main internet di sini. Padahal ak main internet tidak setiap hari, paling banter cuman hari sabtu minggu.

Kenapa sih internet di Indonesia masih mahal? padahal harga satu SIM CARD dan SMSan makin lama makin murah, dan juga sekarang ada CDMA yang sangat murah itu? Kenapa apabila mereka bisa menekan harga di sana, di internet tidak bisa? Apakah karena mereka menganggap internet yang cepat di Indonesia itu tidak perlu? Karena Indonesia belum begitu maju dalam dunia seperti itu?

Padahal, dengan internet yang cepat, informasi akan berjalan lebih cepat dan simple. Tidak perlu deh kita bersusah-susah mencari barang elektronik ataupun HP di mangga dua atau diRoxy. Cukup dengan duduk manis dan mengklik-klik, ZAP! 4 hari kemudian si barang ada di tangan. Tidak perlu berburu barang bekas lagi, dengan mengklik-klik, men bid, dan menang bid, ZAP! barang itu pun diantarkan dengan pak pos ke tangan kita.

Tak perlu lagi pergi ke perpustakaan, hanya memasukkan kata kunci, informasi dengan gampang kita dapatkan. Tidak perlu lagi bertanya, menelfon kesana kemari untuk mendapatkan informasi suatu perusahaan. Sayangnya, Indonesia belum sampai di tahap itu. Saat itu, ak bilang internet merubah aku. Ya, karena ak datang dari tehknologi TV dan Print's knowledge tiba-tiba mendapat culture shock berupa internet. That tool definitely changes me. :D

PSA telkomsel tentang Internet goes to school, patut diacungi jempol, bukan hanya berarti telkomsel berhasil (memperlihatkan)aktifitas CSRnya dia, tetapi juga ide ceritanya lucu dan sangat membumi. Research yang akurat :)

In other hand, apabila ada internet yang cepat, ak kira pembajakan akan lebih meraja lela. Ga usah bersusah payah pergi ke toko kaset, cukup duduk, dan download lagu yang kau inginkan dari situs-situs tertentu. Atau film yang kamu suka, atau apapun. Nah lo, kalo gini mau nyalahin siapa? Dan serunya lagi, orang-orang yang membajak itu ataupun penikmatnya (termasuk saya ;) ) punya rasa persaudaraan yang besar, sehingga seperti sudah ada kewajiban moral, apabila ada yang meminta sesuatu, dia harus mendiakannya. Apabila ada yg baru membeli sesuatu, dia akan segera men-sharenya.
:D

Sudahlah, telkomsel (atau siapapun pengusaha internet connection) cepat-cepatlah kau kembangkan internet dengan kecepatan tinggi dan harga memadai. :D *dan saya juga bisa membajak dengan senang.

Bulan Mendota

NB: currently, tergila-gila dengan www.youtube.com . Ak bisa nonton sailor moon dari episode 1 sampe 200 :D :D :D owwhhh, internettt love you....

Tuesday, May 02, 2006

Repotnya seorang imigran

Keropotan dengan imigrasi adalah hal yang biasa terjadi pada kaum asing. Sebagai salah satu pelajar di Belanda, bertahun-tahun saya selalu mengalami rasa deg-degan apabila kartu ijin tinggal saya sudah mendekati batas akhir. Itu berarti perjalanan panjang akan saya tempuh lagi. Saya berandai-andai jika saya berada di Indonesia, rasanya semua begitu mudah. Ah, tapi dengar dulu pengalaman teman saya yang notabene seorang asing di negara Indonesia, ternyata kantor imigrasi negara manapun sama-sama merepotkan.

Jika awal tahun pelajaran sudah menjelang bagi saya yang seorang pelajar di negara Belanda adalah suatu kerepotan. Belum lagi biasanya liburan musim panas saya menghabiskannya di Indonesia, jadi semua urusan saya haruslah selesai sebelum bulan Juli. Pertama, saya harus mengurus tiket pulang ke Indonesia. Saya harus hati-hati memperhatikan hari pulang sebelum kartu ijin tinggal saya habis. Kedua, karena kartu ijin tinggal saya biasanya habis awal September, sebelum Juli saya harus menyelesaikan semua persyaratan IND yang termasuk menyelesaikan urusan sekolah, karena IND mensyaratkan selembar pernyataan yang menyatakan saya masih murid sekolah saya sebagai syarat perpanjangan kartu ijin tinggal. Belum lagi syarat uang yang harus saya punya sebagai jaminan saya tidak akan merepotkan negara Belanda. Wah, pokoknya repot dan mahal.

Belum lagi kalau kita terbentur masalah dengan mereka. Ada teman saya yang belum mendapatkan kartu ijin tinggal yang untuk tahun 2004/2005 sampai sekarang! Akhirnya untuk 2005/2006 dia memutuskan pulang ke Indonesia untuk kerja magang disini, jadinya dia tidak perlu memperpanjang kartu nya dan kerja tenang di Indonesia. Yah, setidaknya sampai dia harus mengurus lagi perpanjangan kartu 2006/2007.

Kembali ke Indonesia untuk kerja magang disini memberi saya beberapa pengalaman ‘khas Indonesia’ yang memang hanya dipunya oleh negara Indonesia. Apalagi kalau bukan urusan ‘sogok-menyogok’. Budaya ini ternyata juga sampai ke urusan keimigrasian para warga negara asing.

Teman saya adalah seorang Warga Negara Asing (WNA) yang kebetulan berdarah Belanda-Indonesia, dan fasih berbahasa Indonesia. Untuk persyaratan sekolahnya, dia diminta untuk kerja magang selama 5 bulan. Didorong kecintaanya pada tanah nenek moyangnya, dia memutuskan untuk melakukan kerja magang di Indonesia.

Karena itu dia diharuskan memiliki visa sosial budaya yang berlaku untuk 2 bulan di masa awalnya, dan bisa diperpanjang untuk sebulan selama 4 kali. Terdengar mudah, bukan? Kenyataanya tidaklah begitu.

Dia mendapatkan visa pertamanya di Singapore, di perjalanannya menuju Indonesia. KBRI Singapore mengatakan kalau dia bisa dengan mudah memperpanjang visanya di Indonesia. Tentu saja teman saya ini percaya. Di akhir masa visanya, dia mulai sibuk menghubungi kantor imigrasi di Kuningan untuk mendapatkan informasi tentang memperpanjang visanya. Di luar dugaan, jawaban dari kantor Imigrasi mengejutkan. Untuk perpanjangan visa, selain membayar uang yang jumlahnya cukup besar, dia tetap harus menyetor beberapa ratus ribu tiap bulan sampai akhir masa tinggalnya disini. Pokonya kalau dihitung-hitung lebih murah ongkos bila dia kembali memperpanjang visa dari Singapore. Edan!

Pantang menyerah dia mencoba untuk menghubungi kantor imigrasi pusat, setelah mengalami percakapan pendek dan berujung di soal harga, lagi-lagi jawaban mereka terdengar serupa dan sangat khas Indonesia “ Mbak biasanya bayar berapa?”
Tentu saja teman saya itu stress, dan mengutuki kenapa Indonesia tidak mempunyai daftar harga yang pasti? Begitu gampang mereka mempermainkan nasib warga negara asing.

Akhirnya setelah menghubungi kanan-kiri dan meminta bantuan tantenya yang tinggal di Jakarta, teman saya harus membayar Rp 200 ribu untuk setiap bulan perpanjangan dia. Ada satu masalah kecil, dia hanya mendapat perpanjangan 4 kali yang akan jatuh tempo akhir Juni, padahal dia harus kerja magang sampai bulan Juli. Lalu bagaimana? “Ah, kalau mereka bisa bermain kotor, kenapa aku tidak bisa bermain kotor?” katanya sinis.

Saya kira kantor Imigrasi Belanda sudah sangat merepotkan, ternyata di Indonesia tidak kalah buruknya. Memang, guru kencing berdiri murid kencing berlari.