Showing posts with label perancis. Show all posts
Showing posts with label perancis. Show all posts

Thursday, September 04, 2014

Rentree...


Toulouse hari rabu kemarin sudah mulai ramai dengan anak2 kuliah kembali..

Toulouse adalah kota pelajar. Di bulan awal september dengan matahari yang masih cerah ceria seperti ini, ga heran kalau Jean jaures dan capitol kemarin ramainya luar biasa.

Dimana-mana terlihat mahasiswa yang sedang diplonco. Plonnco disini lucu2an saja, jadi pelajar2 itu memakai kantong hitam sampah dan tangan mereka diikat dengan selotip berdua2 dan harus membagikan kue. Hanya untuk becanda sajah.

Tujuan kemarin saya mau ke kantor pos, dan kebetulan karena bank saya juga banknya kantor pos, saya mau bertanya bagaimana cara menutup bank tersebut. Kantor pos disini masih bagus dan berjaya loh. Ini juga dikarenakan hanya dia satu2nya perusahaan untuk mengirim barang, tidak ada Tiki dan lain2.. Dan juga, surat melalui pos juga masih berjalan. Banyak sekali dokumen yang harus dikirim melalui pos, seperti tagihan dan surat2 penting.

Kelar dari kantor pos, saya berjalan2 di kota, kemudian saya juga akhirnya pergi mengunjungi Vieaux Museum, sebuah museum tentang Toulouse yang sepertinya bukan milik museum pemmerintah. Harga masuknya hanya 1 E (harga reduit etudiant).Masuk2 saya diterima oleh sejumlah nenek2 dan kakek2. Rupanya museum ini dikelola oleh sebuah yayasan yang menyumbang rumahnya untuk dijadikan museum, dan sama sekali tidak terlihat anak muda yang dipakai untuk mengelola museum ini. Museumnya hanya 1 lantai, disana banyak sekali lukisan Toulouse di masa awal2nya. Menceritakan kehidupan Toulouse yang kegiatannya dulu selalu ada di sekitar sungai Garrone. Dulu di daurad, tepi sungai Garrone yang sekarang terkanal dengan anak2 muda hang-out, adalah tempat untuk mencuci baju para Toulousains..

Sampai disana ternyata sedang ada group yang memakai guide, sayangnya menggunakan bahasa Prancis, sehingga saya memutuskan untuk berkeliling sendiri, sambil membawa satu map guide bahasa Inggris. Tapi sepertinya keputusan saya tepat, karena guide itu satu ruangan bisa sekitar 20 menit sendiri. Saya sudah selesai mengunjungi 6 ruangan, mereka baru di ruangan ke 3. :D

Kelar dari situ saya kembali ke rumah dan malamnya mengunjungi CIAS untuk mengambil beberapa barang yang masih ada di kamar teman saya. Ah, CIAS.. :)


Wednesday, September 03, 2014

2 weeks from now..


I'll be returning back to Indonesia for good...

vouch-etes content? kata istri Proffesor Deni mengenai kepulangan kami ke Indonesia. Tidak terasa yah... 2 tahun sudah bagi saya, dan 3 tahun sudah bagi Deni. Despite this and that, it was such a blast.

Dan aku sekarang mencoba untuk blog daily sampai 2 minggu lagi, as a 'souvenir' for my life with France people here..

Dan seperti biasa di blog saya, bahasanya campur aduk, mix english indonesia yang juga campur aduk.Hehehe.. 

Day 0 - Yesterday, 2 September 2014

Hari ke-2 saya pindah ngungsi ke rumah teman saya di Colonel de roche. Hehehe, jadi karena kontrak saya dengan residence CIAS sudah berakhir, dan kebetulan teman saya, Arba, masih di Indonesia, saya meminta ijin untuk tinggal di rumah sampai 2 minggu ke depan. Residence dia ini lebih dekat ke metro Faculte de Pharmacie, dan halte bus nya pun benar2 di depan residence nya. Beda dengan residence CIAS yang haltenya masih ada sekitar 10 menit jalan lagi. :p

Dengan bantuan beberapa teman, akhirnya pas saat etat de lieau nya rumah CIAS yang sbelumnya super penuh itu, bisa bersih juga :)). Seperti biasa, beberapa barang kami jual, beberapa barang kami berikan kepada teman2 yang masih berjuang disini. :)

Kemarin, setelah settled beberapa barang dan juga beli beberapa bahan makanan untuk hidup disini, akhirnya saya bisa berjalan keluar lagi. Kali ini saya berjanji untuk berenang bersama Uyen, teman Vietnam saya :D. Karena Leo Lagrande piscine yang biasa kami datangi sedang tutup selama musim panas, kami memilih untuk pergi ke Alex Jany piscine di Argoulets.
Saya mau juga menjelaskan ah, bagaimana kolam renang disini, yang saya bilang berbeda, bahkan dengan belanda :)))

Pertama, disini kita diharuskan memakai bonnet, atau swimming cap. Kemudian harga piscine publik juga termasuk murah meriah. kemarin saya bayar hanya 1.90 E. Begitu masuk setelah menscan tiket, kami segera pergi ke box penitipan barang, kemudian masuk kedalam sebuah bilik, dimana satu pintunya ke arah keluar, satu pintunya langsung jalan kearah kolam renang. Gimana ya jelasinnya? ini unik karena setiap kita mau keluar atau masuk kita harus lewat bilik itu. Dan kalau misalkan biliknya penuh padahal kita sudah siap pergi, kita harus tunggu sampai ada bilik yang kosong, buat kita jalan keluar.

Dan setelah siap dan keluar dari bilik, kita diharuskan untuk shower dan membersihkan badan kita dengan sabun. Setelah selesai, kita harus lewat satu jalan yang ada air untuk membasahi badan, baru sampai ke kolamnya.

Kolam, biasanya terbagi dua, satu buat yang petit bassin, biasanya buat anak2 kecil, dan yang baru belajar berenang, atau yang  hanya mau bermain air. Grande bassin, itu buat yang mau berenang cepat tanpa henti. Grand bassin ini dibagi per line seperti kolam renang olimpiade dan kemudian kita harus berenang dengan tertib di jalurnya. Entah kenapa di Alex Jany, grand bassin nya 3 derajat lebih dingin dibanding petit bassin. Jadi ga enak berenang dingin2 gitu. Dan karena saya menemani dan juga mengajari teman saya yang sedang belajar berenang, saya banyak stay di petit bassin (petit bassin sendiri tingginya 1.3 m, sementara Grand bassin 2.0 m)

Uniknya berenang di negara eropa , kebanyakan kolam renang di dalam gedung itu tutup ketika musim panas, dan kolam renang yang diluar gedung buka hanya selama musim panas. Untuk baju renang, di leo lagrande agak lebih ketat dibanding Alex Jany, di leo, baju 2 pieces or bikini agak tidak diperbolehkan, kadang2 pun ditegur untuk lain kali memakai one piece suit saja. di Alex Jany, saya liat banyak yang pakai bikini, karena mereka habis itu biasanya berjemur di halaman kolam renang :)) dan biasa saja.

Sehabis berenang dan belanja sedikit daging di carrefour Compans, karena di carrefur compans itu menjual daging Halal juga, akhirnya sampe rumah dan bisa memasak biasa lagi setelah dari kemarin numpang makan di rumah Winda :)

Dan pagi ini, akhirnya Alhamdullilah,, tiket Deni untuk pulang sudah diisued juga (berbarengan dengan saya yang sudah dibeli dr beberapa hari yang lalu).

Mudah2an semuanya berjalan lancar... Amin..

Thursday, July 10, 2014

Transportasi Murah di Eropa

Kayaknya aku ingin share seri #jalanjalaneropa deh selama masih disini, buat membantu teman-teman juga yang kebetulan mampir mencari infonya :) Aku sendiri juga kebantu sama temen2 blog yang kindly post info ketika aku men-reserach suatu tempat...

Buat aku, perjalanan ke Eropa ada 2 yang menyita setengah budget, Akomodasi dan Transportasi. Buat akomodasi, aku sendiri suka langsung reserve di Booking.com, karena gampang banget penggunaanya. Kalau soal  transportasi, ada beberapa tricks yang bisa digunakan untuk mendapat harga murah.


1. Ride sharing car - www.blablacar.com
Jujur, aku belum pernah mencoba  ;D , tapi di beberapa teman yang sudah mencoba bbrp trayek seperti Toulouse-Paris, cukup direkomendasikan, apalagi buat yang suka ambil last-minute decision atau kebetulan di keadaan yang menyebalkan, seperti kereta sedang mogok. Hanya hati-hati memilih host, pilih yang sudah terpercaya. Jalan ke antara negara seperti Toulouse-Barcelona dengan Blablacar itu cuman 25 E, bandingkan dengan harga kereta yang bisa 40 E.

2. Bus antar kota, antara lain Eurolines dan Megabus
Bus bisa menjadi pilihan lain, untuk Eurolines buat kamu yang masih dibawah 25 tahun, harga bisa lebih murah. Megabus sendiri buat aku kayak angin segar, gak ada batasan umur dan harganya relatif lebih murah dibanding Eurolines. Sebagai contoh, kalau lagi promo Megabus, Tls-Barcelona bisa 2 E sajah! Tls-Amsterdam bisa cuman 18 E, tapi jalannya 21 jam yah...

Bulan pernah mencoba bus jarak jauh antar kota? Pernah dong. Tapi dulu 7 tahun yang lalu :D, perjalanan Amsterdam-Austria, 18 jam di bus, penuh dengan tangisan bayi. Unforgettable moment! Kayaknya untuk yang masih muda bisalah sekali-kali dicoba *brb* *pakekrimantiaging*

3. Kereta..
Kereta untuk jarak2 dekat sebenarnya bisa jadi pilihan yang bagus. Kuncinya cuman satu, order jauh-jauh hari... (2-3 bulan sebelumnya yang paling ideal).  Untuk negara seperti Belanda atau Belgia, harga kereta memang sudah fix, tapi untuk negara-negara Eropa lainnya seperti Prancis, Spanyol, Italy, Inggris, harga kereta itu sangat flexible kapan kita belinya. Terlalu dekat, semakin mahal.

Buat penduduk lokal, banyak cara untuk mendapat tiket kereta Eropa murah promo2 lokal ( TikeMouv di midipyrenees, Ouigo untuk Lyon-Marseille, etc..) , kartu diskon sakti ( di belanda ada discount card dimana bisa diskon 50% buat pemegang kartu dan 4 orang lain yang ikut ; di Prancis ada Jeune Card untuk yang berusia 18-27 atau weekend card diskon 25% buat diatas 27) atau bahkan bisa membeli tiket bekas di Kelbilet.com 

Bagi yang travelling dari Indonesia, memang ada Interail dan Eurorail. Apa bijak membeli kartu2 itu? Prinsip aku coba hitung dulu dengan harga pesawat, karena kartu2 tersebut cuman bisa digunakan beberapa hari, tidak terlalu flexible, jadi harus dihitung dengan cermat. Harga pesawat low-cost kadang lebih murah dibanding harga kereta jarak jauh. 


4. Pesawat low-cost
List pesawat low-cost yang pernah dicoba sejauh ini : EasyjetRyanAir, Hop! , Vueling.
Easyjet buat aku yang paling enak. Dia pesawat low-cost tapi terbang dari bandara2 utama, jaringannya juga paling luas di Eropa. Buat terbang ke Inggris juga termasuk yang paling murah (karena juga basisnya Inggris yah). Tapi prinsip pesan jauh sebelumnya juga berlaku yahh disini. Karena kalau pesan last-minute harganya dia sama kayak harga pesawat non low-cost.
RyanAir kebanyakan terbang dari bandara2 pinggiran. Kalau mau ambil ini, hitung juga harga tiket dari bandara tersebut ke kota utama..
Hop! terutama buat menjelajah kota-kota di Prancis, karena dia anak perusahaan dari AirFrance/KLM. Jalan dari Toulouse ke Nice? pakai Hop! ini harganya paling okay..
Vueling berbasis di Spanyol, jadi buat menjelajah kota2 di Spanyol paling ok cek disini dulu.

Selain pesawat2 tersebut jangan lupa untuk mencek beberapa search engine pesawat seperti Skyscanner dan Jetcost buat mencari harga pesawat yang murah di tanggal yang dimau. Dua search engine ini membantu banget buat aku, bisa langsung mencompare harga pesawat2 tersebut di tanggal yang diinginkan.

Okeh, sudah siap untuk berburu tiket buat liburan kedepan? Ingat, planning ahead!  Bon Voyage!


Credit pics : blablacar.com dan airtravelgenius.com
 

Tuesday, December 18, 2012

Keju Prancis

Peta Keju Prancis -246 jenis loh!


Sebagai seorang Indonesia tulen, kalau ada negara Eropa yg identik dengan keju yah Belanda :). 4 tahun tinggal disana, saya juga menjadi penggila keju, Keju Kambing Asap adalah salah satu  favorit saya. Saya tahu sih, Prancis juga terkenal dengan kejunya, tapi yah yg saya tau keju2 seperti keju Brie yang bau nyengit itu.

Setelah sampai disini,  ternyata, keju di Prancis itu ada 246 jenis keju loh, semua provinsi punya kejunya sendiri-sendiri sesuai dengan 'bakteri' yang tumbuh di provinsinya kali yah :D Intinya sih keju di Prancis lebih ke arah soft cheese atau jeune fromage, jadi teksturnya memang lebih lembek dibanding keju tua/keras /oud kaas seperti Gouda, etc.

Untuk penyajiannya, keju di Prancis disajikan sebagai bagian dari makan utama atau dessert. Kalau misal di Indo atau di Amerika, keju adalah bagian 'penyedap' untuk masakan lain (misalkan burger, sandwich) disini keju adalah 'bintang'nya dan roti hanya sebagai pelangkap.

Dalam satu piring disajikan beberapa jenis keju, dan orang bisa merasakan semua rasa dari keju2 tersebut, dengan atau tanpa roti. :)

Saya pernah berbincang dengan orang Prancis. " Saya baru sadar kalau di Prancis ada budaya makan keju,saya kira cuman di Belanda," dan dibalas dengan sindiran, " Oh ya, di Belanda memang punya keju yang enak yah?".

Satu pelajaran yang diambil dari sini, jangan pernah membandingkan 'kebanggan' budaya Prancis dengan negara lainnya, terutama dengan negara Anglo-Saxon. :D


Dan di musim dingin seperti ini, bermacam2 makanan dengan bahan baku keju muncul di mana-mana, hal ini bisa terlihat dari stand-stand makanan yang ada di pasar natal di setiap kota (Marche de Noel). Di Toulouse, sebagai ibu kota Midi-Pyrenes, ada makanan yg namanya Aligot, intinya sih kentang tumbuk, keju spesial ala Midi-Pyrenes diaduk2 jadi satu, enak dimakan ketika dingin2.

Fondue Cheese juga ada dimana-mana, keju dilelehkan di piring wajan panas, dimakan berbarang dengan kentang, jamur dan ham (bagi yg bisa makan) juga menggugah selera. Hmmm..  Saya suka musim dingin kalau begini terus, karena harga keju juga semakin murah.. Hehehehe..

Salah satu kunci makasan di Perancis itu yah memang, "selalu ambil bahan yang paling segar" dan itu juga berarti bahan produk yg mau dimakan sedang musimnya. Ini juga terbukti dengan flow makanan di kantin kampus saya, kalau di pasar sedang musim terong, maka masakannya akan sekitar di terong.Dan juga karena sekarang sedang musim keju, sebagai entre, keju juga mulai disajikan. :)

Saya juga pernah ditanya sama orang lokal sini :
" Kalau di negara kamu, keju lokalnya seperti apa?"
*lalu entah kenapa, bayangan yang muncul di saya adalah keju Kraft... hehehehehe*
Setelah dijelaskan oleh suami kalau negara kami tidak punya keju lokal, mereka kaget.
"Loh tapi bukannya kamu punya sapi yah.. lalu susu sapi-sapi itu diapakan?"
Kami hanya tertawa dan bilang, susu sapi itu yah hanya kami minum saja :)

Toh Indonesia tidak punya musim dingin dan juga berarti kita tidak harus mengawetkan makanan kan? :)
(karena keju dibuat oleh orang jaman dahulu untuk bahan makanan di musim dingin)


Tartiflete
Aligot















ps: pics all taken from google. thank you :)

Sunday, November 25, 2012

On the way

The university that i study now is typical university that have few buildings scatter over city town, there are some times we have to go to other building that takes 10 minutes walk.

It was a lovely walk since they have nice view to Garrone river, one of Toulouse's famous river.

And today is a bonus, since i walk back home around 5ish, and i got sunset view. Beautiful!

Thursday, November 22, 2012

Bahasa Perancis Survival


Saya dan suami adalah salah satu bukti nyata kalau sekolah di Perancis tidak harus bisa bahasanya. :D. Meskipun banyak momen dimana kita lagi pergi berdua-saja dan kita sok-sok-an pakai bahasa perancis, terus kemudian bingung liat-liatan ketika mereka ngomong pakai bahasa perancis yang agak advance dikit dan kita ga ngerti. :))

Intinya sih, mereka tahu dari bahasa kita ngomong kalau kita ga bisa bahasa perancis, dan kalau kita sudah 'clueless' mereka akan 'terpaksa mencoba' memakai bahasa inggris kok, atau bahasa tarzan lah paling gak :p  but then... setelah 2 bulan untuk saya dan 1 tahun untuk suami.. kami survived dengan bantuan beberapa kosakata perancis yang gampil tapi membantu :p

Jadi, buat yang mau travelling  di perancis.. berikut bahasa perancis survival yang sering kami gunakan : :)

- Bonjour  ( pronounce : bongzu) = selamat pagi
- Bonsoir ( p : bongsoa ) = selamat malam (setelah jam 5 sore)
nb: Penting buat orang Perancis untuk selalu mengucapkan kedua kata ini ketika bertemu pertama kali, ketika mau belanja, atau ketika bertemu supir mau masuk bus
- au revoir (p : aufwa ) = sampai bertemu lagi
nb: Biasanya sehabis belanja atau keluar bus kita mengucapkan ini juga.
- merci ( p : mersi ) = terima kasih
- ' Je veux ca... atau Je voudrais ca' ( p : ze ve atau ze vudrai) = saya ingin itu (sambil nunjuk)
nb. ini andalan kalau lagi mau belanja dan ga tau nama yg disebut itu apa (biasanya terjadi kalau mau beli daging :)) ) oh ya, pastikan menunjuknya ke arah yang benar yah.. jadi biasanya mereka akan mengkonfirmasikan kembali barang yang dimaksud dengan ' Ca??' (intonasi agak melengking sedikit), kalau memang benar anggukan kepala sambil bilang 'Oui' (p : wi ) kalau salah yah tinggal bilang 'Non' (p: nong)
- Pardon ( p : pardong)/ excusez-moi  = permisi
nb. kalau gak sengaja nyenggol orang atau mau ngusir orang yang jalan lambat di depan, pastikan gunakan kata-kata ini yah. Bangsa ini termasuk bangsa yang peduli sopan santun, jadi kata2 seperti ini sangat penting untuk digunakan.
- Desolee, je parle pas francaise = maaf, saya tidak berbicara bahasa perancis
nb. the words explains it all. :D Dan berguna untuk membuat mereka berhenti bicara :D
- C'est bon / c'est pas grave (p : se bong, se pa graf) = it's okay
nb. kalau misalkan orang ga sengaja menyenggol dan dia kemudian bilang, 'pardon / desolee' kita bisa jawab dengan bilang kata2 tsb. Sekali lagi, sopan santun :)
-Ca cout combien (p: sa kut kombiyang) = berapa harganya
- C'est tout (p: se tu )
= itu saja
- attantion (p : atangsiong) = awas / hati-hati

Kalau tadi kata-kata survival yang bisa kita  gunakan, berikut, aku juga mencoba meng-list, kata-kata yang berguna untuk diketahui artinya.

- sortie = keluar
nb. kalau lagi di dalam metro, cari kata sortie berarti jalan keluar kita. Di Paris dengan metro yang super njelimet, mengerti kata sortie itu sangat diperlukan :D
- arret demande = sign di dalam bus yang kira2 artinya 'stop'
nb. kalau di dalam bus, kita harus menekan tombol itu agar busnya mau berhenti di halte yang kita tuju.
- porchain station = next stasiun
nb. biasanya di dalam metro atau bus  ada layar yang menampilkan stasiun selanjutnya apa.
-billet = tiket
-sac = tas
-cahier = kasi
r

TETAPI, yang paling utama disini adalah SENYUM sebelum mulai berbicara. Jadi, kalau pakai ekpresi wajah urutan kalau saya mau berbelanja seperti ini.

 Bonjour! (nada naik) *senyum* Je veux un croissant, si'l vous plait.. *tetep senyum*

and it works :)

tapi tetap yah.. dimana-mana memang sebaiknya kita memahami bahasa lokal tempat kita berada untuk memudahkan hidup kita juga nantinya. Kalau untuk saya dan suami sekarang ini, merasa beruntung mempunyai teman-teman yang bisa berbahasa perancis dan senang hati membantu kami menterjemahkan bahasa perancis. *peluksatusatu.

Thursday, October 11, 2012

Living here, living there [EDIT: WITH PHOTOS]


I used to compared between living in Ams and in Toulouse in the beginning I arrived here. Hmm.. until now i still do that, actually :p





bassilica saint-sernin


Pernah hidup dan tingga; di Eropa menjadikan saya agak sok-tau :p soal kehidupan di Perancis ini.. Saya berpikirnya.. sama2 tinggal di Eropa, prosedurnya pasti sama, standar hidupnya sama lahh..  Malah saking soknya saya, pas 'pembekalan training hidup di perancis' lalu saya cuman datang setengah hari saja, abis itu kabur..... (karena pas itu jg cabut dr kantor sih :p) Tapi ngerasa, gak adal info yang terlalu baru buat saya, *selain saya gak gitu ngerti karena seminarnya bahasa perancis :p

Jadi,,.. saya mau compare sedikit deh tinggal di Toulouse, south of france dan Amsterdam, North NL  gimana... 

1. Bahasa
Ini adalah salah satu poin dimana saya agak sebal sama Perancis, karena mereka cukup jarang yang MAU berbahasa inggris. Saya rasa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana semestinya mereka bisa, cuman kemauanya yang kurang :(

Kelas saya kelas internasional, tetapi sih tetap saja... setengahnya orang Perancis dan kebanyakan bisa berbahasa Perancis, bahkan ketika murid Perancis tanya ke gurunya pakai bahasa Perancis, dijawablah pula dengan bahasa Perancis T-T (ini internasional dari manaknyaah yaaahh). Dulu pas saya di Belanda, anak-anak Belanda sendiri komunikasi dengan gurunya juga pakai bahasa Inggris, jadi ga ada perbedaan, kelas internasional yah kelas internasional.

IAE Toulouse


Orang Belanda juga bahasa inggrisnya sangat bagus, dan orang-orang di jalan juga sangat willing untuberbicara bahasa Belanda.. Iya sih.. karena itu bahasa Belanda saya tetap di level 'beetjee'  meski udah tingal 4 tahun disana  :p

2. Living Cost
Untuk tempat tinggal, dari segi harga hampir sama.. cuman Perancis punya yang namanya CAF, dimana sebagai student kita bisa minta ke negara keringanan untuk membayar tempat tinggal. Jadi ada sekitar 25% yang di tanggung oleh negara :)

Untuk segi harga makanan sih kalau makan di luar hampir sama. Dimana-mana yang namanya mau ngirit di Eropa yah emang harus masak sendiri. Cuman salah satu keuntungan jadi etudiante disini yah karena makanan di Kantinya super murah. Untuk appetizer-plat-dessertnya cmn 3,1 Euro. Rasa sih yah standar lah sama kyk kantinya FG Kodel :p. Tapi lmyn buat ngenyangin. Kalau trik saya sih, rasa Dessertnya dia suka agak ancur, jadinya saya ambil kyk buah-buahan atau yoghurt yang sdh kemasan saja :p.

Transportasi... jelas lebih murah Toulouse. Disini ga ada sistem zone nya, metronya juga lebih nyaman dan tepat waktu disini, setiap 3 menit pasti ada. Cuman ga enaknya sih bus nya yah... jam 8/9 dia udh gak ada, apalagi hari minggu. Trus disini ada namany Velo Toulouse, dimana kita bisa naik sepeda yang sudah disiapkan di setiap sudut kota Toulouse gratis selama 30 menit.
VELO toulouse
*credit pic : google
Nah yang seru sih, tuition fee nya sekolah yah.. untuk sekolah S2 sayah.. saya cuman bayar SERIBU euro per tahun. hihihihi... *muryaahh... itupun utk ukuran orang perancis masih mahal, krn mereka biasa bayar 300-500 Euro per tahun. Di Belanda? Byuuhhh.... 8 -20 ribu sajah. Bahkan yang pakai bahasa Belanda mereka masih harus bayar sekitar 1750 Euro :p

Jadi overall, Living Cost  di Toulouse masih murahan disini dikit :p Oh ya ini juga berdasar link ini yah,...

3. Makanan 
Disini surga desseertt.... *semua juga tau.

Saya kangennn dengan tinggal di Belanda, dimana bisa dapat makanan Indonesia dengan mudahnya..Indomie ada dimana-mana, kangen soto2an bisa dapet di restaurant Indonesia yang udah kayak jamur ada dimana-mana :D. Oh my.

Disini Indomie ada sih.. cuman buat ke tempat nya (Hyper Asia) agak jauh dan butuh perjuangan. :'( dan parahnyaaa... disini ga ada Tempeh. Kangen berat deh sama Tempe.

Cuman memang, makanan asli disini lebih banyak variasinya dibanding di Belanda dan lebih tertantang untuk dicoba. Apalagi, orang sini kan memang doyan makan :)

contoh makanan di resto U
*credit pic : google
Kemarin sempat diajak oleh Proffesornya Deni makan di rumahnya dia. Asyik banget deh, makan urutann lengkap dari appetizer ( keju, kacang-kacangan, zaitun, ketimun dan lobak mentah yang dicocol pake garem hihihihi :p) , trus main course nya ( mossala - makanan khas mediteranian sih, secara toulouse lebih deket ke mediteranian, sama salad ) dan dessertnya ( KEJU (lagi), kue2, coklat, apple pie) dan tentunya teh. Ih kenyang banget gilaaa *elus perut . Makan bisa sampe 3 jam gituh. Dan tentunya ditemani red wine yang direfill terus.



Oh  ya, di Perancis, keju juga sangat terkenal. Kejunya agak beda dengan Belanda yang mostly dominan dengan hard cheese (oud kaas) disini lebih banyak soft cheese seperti Brie dan teman2nya.. rasanya juga lebih keras/tengik.

4. Cuaca
Toulouse est beacoup soleil. *trans: cerah sekalih

Toulouse, mediteranian, jadi lumayan hangaat. Cuaca di bulan Oktober seperti ini juga masih di 18-23 derajat, bahkan pas datang pertama kali suhu masih di 33-35. Panas. Sementara teman-teman saya di Belanda sudah mulai mengeluh kediniginan. :p

Hmmmm... cukup panjang juga yah postingannya. Karena keinget besok masih ada peer yang harus  dikerjakan jadi sampai sini dulu aja deh  :p

Ville Rose -Toulouse
 

Mau pake foto gak? *ketauan males upload *cekombaksiapayangbacapostingan :p kalau ada satu orang yang minta... nanti post2nya dilengkapin foto deh :p hehehehhehe