Tuesday, September 22, 2020

Kesan 6 bulan working from home

 Hi Blog, 

Gak kerasa yah udah 6 bulan bener-bener gak ke kantor dan fully working from home. Dan tidak berasa sudah masuk ke Q4. Aku dulu ngira, kita bisa ngantor di Q4 tetapi ngeliat dengan kondisi Covid-19 di Indonesia sampai saat ini,mungkin baru 2021 kita masuk kantor kali yah. Mudah-mudahan keadaan sudah membaik. 

Hari ini kayaknya kok capek banget kerja dengan ada Farzan di rumah. Memang sejak PSBB transisi, Farzan aku masukin daycare kembali walaupun aku WFH, karena.. yah karena biar aku bisa fokus kerja dan gak diganggu dia, apalagi 2 bulan terakhir gak punya mbak yang bantu bersih-bersih. Tapi 2 minggu terakhir, sejak PSBB ketat kembali, Farzan pun kembali di rumah. 

Hari ini.. dia bisa teriak-teriak pas aku call meeting, minta aku pakai kitchen glove pas aku lagi ngetik, dan ngelempar barang pas aku lagi liat komputer. Minta perhatian banget deh.. Kan aku harus dikasih sumbu panjang, padahal lagi jarang jalan-jalan ke luar rumah. 

Walaupun aku bersyukur, mimpiku dulu untuk kerja di rumah sambil liat Farzan berkembang bisa aku rasakan selama pandemi. Farzan bisa ketemu mamanya terus dan main sama mamanya. Such a dream come true. 

So, 6 bulan WFH ? Tiring, but thankful that I have this experience. 

Monday, August 03, 2020

Hi 35!

Hi kerutan kerutan halus 
Hi kesabaran yang aku baru sadar itu ada 
Hi kekaleman yang tiba-tiba datang
Hi kebijaksanaan yang akhirnya terlatih.. 

Selamat datang 35 

Gak terasa sudah lebih 18 tahun menulis disini..

Thursday, June 25, 2020

Covid dan New Normal

My new normal : 

  • Farzan sudah mulai kembali ke daycare tetapi belum setiap hari. Dilihat dulu jadwal mamanya XD 
  • Pakai masker, physical distancing ketika keluar rumah
  • Masak sayur lebih sering lebih banyak ( mbak yang masak lah 👌 ) 
  • Berkebuunn.. tiada hari tanpa berkebun. Merawat tanaman really make me sane and grounded 
  • Mencoba... berolahraga.. mencoba yah ini.. 
  • work from home more effectively.. 

Friday, June 05, 2020

Pengalaman Speech Delay / Keterlambatan Bahasa usia 18 bulan - 24 bulan ( dari diagnosa hingga 'lulus' )


Sudah pengen nulis dari beberapa bulan yang lalu tapi galau. Ntah galau apa. Sudah berjanji diri sendiri utk posting di IG, tetapi tetap galau. Pandemi Covid-19 sendiri buat aku jdi merasa post ini 'kurang' penting.
Tetapi, demi... demi ibu-ibu yang googling mengenai speech delay, seperti saya dulu. Akhirnya kita share ya disini.

Disclaimer : semua pendapat dan tindakan yang aku lakukan disini adalah setelah berdiskusi dengan dokter dan terapis. Bisa berbeda di setiap anak yah.

Oh ya, gak akan banyak foto/video karena selama terapi memang tidak diperbolehkam merekam.

Ok, ke pertanyaan awal setiap orang tua yang khawatir, adi tandanya apa? di usia 15-16 bulan tidak ada penambahan kata berarti dan kalau dipanggil jarang nengoknya.

Sebenernya Farzan di usia 13 bulan bisa ngomong "satu,dua,tiga" cuman tiba-tiba menurun dia kayak gak inget lagi. Aku udah mulai curiga dan khawatir, cuman masih lemah sama kemudahan "Youtube"


Di usia 18 bulan, ke dokter tumbuh kembang di KMC. Sebenarnya dokter bilang ( fyi, aku konsultasi dengan dokter alinda dan trisna ya ) , utk usia 18 bulan, 6 kata itu cukup ( saat itu dia pas2an bisa 6 kata ) tapi mereka anjurkan terapi utk bisa kejar milestone bicara yg lainnya ( harus naik 50-100 kata, merangkai 2 kata, dll ). Jadi kita ikutin terapi seminggu 2x di KMC. Disana terapisnya bilang, modal reseptif bicara Farzan sudah banyak ( sudah nunjuk, ngerti simple command, ngerti mana kucing, dll) sudah babling dan jargon sendiri, nah tinggal dikejar bicara ekspresifnya.




Terapisnya mulai dgn kata2 sederhana, spt nyam-nyam, main, mau, minta dll yg dekat dengan anak2. sampai drilling kosakata dengan main flashcard. Terapis farzan di KMC sih benar-benar memperhatikan mood Farzan, kalau dia gak mau drilling belajar, diajaklah main di perosotan sambil dipancing kata2nya keluar. Kadang dia juga bermain berdua dengan teman-teman yang juga ada disana.

Oh ya, Farzan di daycare dari 13 bulan, dulu dia suka main sendiri di daycarenya, pas didiagnosis itu, aku minta pihak daycare utk ajak main dia , ajak bicara dia lebih banyak dan lebih lantang. Pas di rumah jg, no TV, mama papa jg harus ajak ngobrol dia, ajak nyanyi.


Perkembangan bicara Farzan meningkat dengan stimulasi yang diberikan, jargonnya berangsung menghilang, dia mulai bisa mengatakan keinginan sederhana dan juga hafal nama-nama benda dan hewan. Oh ya, salah satu kuncian Farzan saat itu adalah nyanyian. Sejak belajar nyanyi, dia sangat suka menyanyi. Lagu cicak-cicak di dinding adalah salah satu lagu yang dia hafal pertama di sekitar 22 bulan. Sejak suka menyanyi, jargon dia mulai berubah jadi nyanyian.


Pernah datang psikolog di daycare nya di 23 bulan, dianggap dia cukup sesuai umur bahasanya. Seneng dengernya hahaha, udah ngira dapet 'kurang' soalnya.

Di saat Farzan sudah 24 bulan, kosakata sudah meningkat 100an, seneng nyanyi, sudah merangkai 2 kata walau masih ada jargon nya. Masih ada PR di kata kerja dan terapisnya sudah minta utk belajar 3 kata.

Di 26 bulan, dokter kembali memeriksa dan menyatakan Farzan lulus dan disuruh untuk melanjutkan stimulasi mandiri di rumah dan di daycare. Sungguh lega dan senang saat dokter menyatakan itu.


Kalo ditanya kenapa? kayaknya memang karena gadget dan tv yg sering dinyalain pas ibu bapaknya pulang kerja. Setelah didiagnosis itu, youtube langsung mati, sebelumnya dia bisa 3 jam nonton gak bosen. Sekarang sih masih dikasih, yah karena... yah karena COVID dan bapak ibunya masih harus kerja di rumah 😂.


Tapi kita selalu setel yang Bahasa Indonesia, karena Farzan menyerap dan membeo kata-kata itu, malah sekarang karena kadang agak kelepasan nonton yang bahasa inggris, dia jadi bisa ngomongin warna pakai bahasa inggris 😂 ini jangan ditiru, karena sebaiknya dia 'jejeq' di bahasa ibunya dulu untuk kasus anak seperti dia.


Jadi Ibu-ibu, kalau bisa sedini mungkin ya ke dokter tumbuh kembang, kalo disuruh terapi juga langsung aja dijalanin, hitung2 stimulasi tambahan dari yg biasa di rumah.


Oh ya, kalau ditanya kenapa KMC, ya karena itu yang dekat dari rumah dan kantor. Aku ambil sesi hari rabu dan jumat jam 8 pagi, sesinya cmn satu jam kok. Sebisa mungkin, dampingi saat terapi yah, karena di akhir terapi ada laporan progress dan PR yang harus dilakukan di rumah untuk bantu stimulasi. Emang istimewa buat aku karena bisa dan mampu untuk mendampingi Farzan saat terapis, but there's always a way. Semangat!!!

Ohya, sekali terapi harganya 190 ribu yah.. 45 menit terapi dan 15 menit diskusi dengan orang tua. 

Kalau ada pertanyaan feel free to email ke mebulan@gmail.com atau DM IG @bulanmendota insyAllah dengan sennag hati membantu! ❤️

Tuesday, November 12, 2019

Hi Farzan

Hi Sayangnya mama,

Hari ini kamu hampir 25 bulan. Usia yang tidak lagi bayi, usia toddler kata mereka.
Terrible two, kata mereka lagi.
Usia dimana kata2 yang kamu punya masih terbatas, tapi keinginan kamu sudah melebihi kata-katamu sehingga kamu sering ngambek kalau mama papa sedang melarang kamu.

Seperti contoh tadi malam.
Dengan absurdnya, kamu yang sedang senang pakai tas, membawa tas kemana-mana dan tidak mau dilepas dari punggung kamu walaupun kamu ngantuk.
Wow, kamu marah sekali. Pokoknya Farzan mau tidur dengan tas. 
Wow, kamu  menguji mama (dan papa sedikit, tapi mostly mama)

Mama mencoba mengerti. Dan Mama hanya menawarkan pelukan ketika kamu marah, sampai kamu tertidur. Mama bersyukur, mama bisa menahan amarah mama.
Dan Mama mungkin sangat berbeda dibandingkan Mama di 5 tahun yang lalu.
Dan bukan karena usia mama, tapi karena kamu.

Kamu mengubah mama.
Karena kamu harus nama fasilitasi untuk menjadi versi terbaik mama dan papa.
Kamu harus tau mana yang boleh dan tidak boleh. Karena kamu hidup di dunia penuh peraturan.
Dan kalau kamu marah dengan peraturan, itu tidak apa.
Kamu berhak marah.
Kamu berhak mengatakan tidak.
Tapi kamu harus tau, kalau peraturan itu tetap ada.
Dan Mama Papa ada disini untuk menunjukan kamu bahwa itu ada.

Hi Farzan,
Ingatlah selalu.
Mama Papa sangat sayang kamu.
Kamu adalah prioritas kami berdua.

Terimakasih Farzan,
Karena kamu memilih kami menjadi orang tua kamu.

Regards,
Mama Bulan